Share

Kisah Sedih Ellyas Pical, Legenda Tinju Indonesia yang di Masa Tuanya Menjadi OB

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 09 Mei 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 43 2591040 kisah-sedih-ellyas-pical-legenda-tinju-indonesia-yang-di-masa-tuanya-menjadi-ob-7BaaBQd5iK.jpg Kisah sedih Ellyas Pical legenda tinju Indonesia yang di masa tuanya menjadi OB. (Foto: Zanel Farha Wilda/Okezone)

KISAH sedih Ellyas Pical, legenda tinju Indonesia yang di masa tuanya menjadi OB menarik dikulik. Sebab, kehidupan ini harus dijalani Ellyas Pical yang sudah mengharumkan nama Indonesia melalui tinju.

Pria kelahiran Ullath, Maluku Tengah, itu adalah petinju pertama asal Indonesia yang menjadi juara dunia. Dia menjadi juara dunia IBF kelas bantam junior (kelas super terbang) pada 3 Mei 1985.

Ellyas Pical

Sebelum menjadi petinju, Ellyas Pical kecil dulunya adalah seorang anak yang banyak menghabiskan waktu mencari mutiara di laut Maluku. Gara-gara kegiatan kecilnya itu, Ellyas Pical pun menderita kelainan pada pendengarannya karena menyelam tanpa menggunakan alat bantu.

Namun, Ellyas Pical kemudian menorehkan karier yang sukses kala menjadi petinju. Ellyas Pical memulai karier profesionalnya sebagai petinju pada 1982. Saat itu, ia menghadapi sesama petinju Indonesia, yakni Eddy Rafael. Pada saat itu, Ellyas Pical keluar sebagai pemenang di ronde keempat.

Sayangnya, niat Ellyas Pical menjadi petinju profesional sempat mendapat respons yang kurang baik dari orangtuanya. Kendati begitu, Ellyas Pical tak menyerah begitu saja. Dia tetap berlatih tinju pada usia 13 tahun, meski harus diam-diam agar tidak ketahuan kedua orangtuanya.

BACA JUGA: Berprestasi saat Masih Aktif, Begini Nasib 3 Atlet Indonesia Usai Pensiun

Sejak saat itulah, Ellyas Pical mulai terlihat memiliki bakal di dunia tinju. Ia pun sukses menjuarai berbagai kompetisi di kelas terbang, baik dari tingkat kabupaten sampai Piala Presiden.

Pada saat itu, Ellyas Pical sanggup mengalahkan petinju asal Korea Selatan, yakni Chun Ju-do, secara TKO di ronde kedelapan. Pertarungan itu berlangsung di Stadion Bung Karno.

BACA JUGA: Daftar 7 Petinju Indonesia yang Pernah Jadi Juara Dunia

Usai melalui sembilan pertarungan dengan delapan kemenangan dan satu kekalahan, Ellyas Pical dihadapkan pertarungan dengan petinju asal Korea Selatan, Hee Yun-jung, pada 19 Mei 1984 di Seoul. Pada adu tinju itu, Ellyas Pical berhasil menang dan sukses membawa pulang gelar juara OPBF kelas super terbang.

Tentunya, perjuangan yang berat telah dilalui Ellyas Pical untuk bisa mencapai titik, di mana ia berstatus juara dunia IBF kelas super terbang. Sebab, seperti yang diketahui, menjadi seorang petinju bukan profesi yang awalnya disetujui oleh orangtua Ellyas Pical.

Namun, berbagai kisah sedih Ellyas Pical, legenda tinju Indonesia yang di masa tuanya menjadi petugas OB, tidak banyak diketehui publik. Padahal, sosoknya yang sudah mengharumkan negara seharusnya tidak terlupakan. 

Selain menjadi OB, Ellyas Pical juga menjadi satpam usai pensiun dari dunia tinju. Ellyas menjadi petugas keamanan di sebuah tempat diskotik di Jakarta.

Pekerjaannya tersebut pun membuat Ellyas Pical jatuh ke dunia gelap. Dia bahkan ditangkap karena melakukan transaksi narkoba di sebuah diskotik pada 13 Juli 2005.

Ellyas Pical

Ellyas Pical divonis hukuman penjara selama tujuh tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah bebas pada 7 Februari 2006, Ellyas Pical lantas dipekerjakan di KONI Pusat.

Baru-baru ini, Ellyas Pical mendapat penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Ia dinobatkan sebagai pria lanjut usia (lansia) berprestasi di peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2021 pada 29 Mei 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini