Share

Sejarah SEA Games: Thailand Rajanya Medali, Indonesia di Posisi Kedua

Ajeng Wirachmi, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 43 2586188 sejarah-sea-games-thailand-rajanya-medali-indonesia-di-posisi-kedua-YvdZTD2Ug8.jpg Berikut ulasan soal sejarah SEA Games (Foto: Vietnam News)

SEA Games merupakan pesta olahraga dua tahunan yang diikuti oleh negara-negara Asia Tenggara. Perhelatannya diawasi langsung oleh IOC (International Olympic Committee/Komite Olimpiade Internasional) dan Dewan Olimpiade Asia.

Dikutip dari makalah bertajuk “Menyongsong SEA Games XXVI 2011", ajang ini semula bernama SEAP Games (South Asian Peninsular Games/Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara).

SEA Games 2021 (Foto: Vietnam News)

Pada 22 Mei 1958, bersamaan dengan dihelatnya Asian Games ke-3 di Tokyo, para delegasi dari negara-negara di Asia Tenggara mengadakan pertemuan. Hasilnya, disepakati terbentuknya organisasi olahraga dengan negara pendiri Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam Selatan, dan Kamboja. Setelahnya, terbentuklah Komite Federasi SEAP Games.

Perhelatan pertama SEAP Games diadakan di Bangkok, Thailand, pada 12 – 17 Desember 1959. SEAP Games pertama ini diikuti oleh setidaknya 527 atlet, pelatih, dan tim negara peserta. Para atlet turun di 12 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

Perubahan nama SEAP Games menjadi SEA Games baru terjadi pada 1975. Indonesia dan Filipina mengajukan niatnya untuk turut bergabung dan bertanding di SEA Games selanjutnya.

Permintaan itu dikabulkan dalam SEA Games selanjutnya, yakni 1977. Sementara itu, Brunei Darussalam baru resmi bergabung di SEA Games ke-10 di Jakarta dan Timor Leste bergabung di SEA Games ke-22 di Hanoi, Vietnam.

Melansir jurnal Trans Regional and National Studies of South Asia berjudul “Eternal friends and erstwhile enemies: The regional sporting community of the Southeast Asian Games”, tujuan diadakannya SEA Games adalah mempromosikan hubungan yang lebih baik di antara negara-negara Asia Tenggara.

Ajang ini juga bertujuan meningkatkan kinerja negara-negara anggota untuk eksis di Olimpiade dan Asian Games yang cakupannya lebih luas. Melihat dari sisi negara penyelenggara, Thailand dan Malaysia adalah negara yang paling sering menjadi tuan rumah SEA Games, yakni sebanyak enam kali.

Dominasi Thailand

Sejak awal penyelenggaraannya, Thailand menjadi negara yang paling banyak keluar sebagai juara umum, yakni sebanyak 13 kali. Negeri Gajah Putih tercatat berjaya di SEAP Games 1959, 1965, 1967, 1971, dan 1973.

Saat pesta olahraga berubah nama menjadi SEA Games, Thailand mendominasi di tahun 1975,1985, 1995, 1999, 2007, 2009, 2013, dan 2015.

Indonesia menyusul di peringkat kedua dengan mengoleksi sembilan gelar juara umum. Sejarah mencatat, tim Merah Putih berjaya di SEA Games 1977, 1979, 1981, 1983, 1987, 1989, 1991, 1993, dan 1997.

Taufik Hidayat (Foto: Reuters)

Peringkat selanjutnya ada Malaysia dengan koleksi dua gelar juara umum. Sementara itu, Vietnam dan Filipina sudah mencicipi sekali gelar juara umum.

SEA Games mempertandingkan 40 cabang olahraga (cabor) dan diikuti oleh 11 negara di Asia Tenggara. Bagi Indonesia, bulu tangkis adalah cabor yang paling diandalkan dan kerap menjadi ladang emas.

Momen berharga Indonesia terukir di SEA Games 2007 saat Indonesia menyapu bersih medali emas di bulu tangkis. Sayang, Indonesia tidak keluar sebagai juara umum.

Di nomor beregu, emas diraih tim putra dan tim putri. Panen emas juga terjadi di nomor perorangan. Taufik Hidayat, yang bermain di nomor tunggal putra, menggulung wakil Singapura, Kendrick Lee, dengan dua set langsung.

Pasangan ganda putra Indonesia, Markis Kido dan Hendra Setiawan, juga berhasil merajai nomor ini dengan mengalahkan ganda asal Singapura. All Indonesian Finals terjadi di dua nomor sekaligus, yakni ganda putri dan tunggal putri. Pasangan Vita Marissa/Lilyana Natsir keluar sebagai juara setelah berhasil mengalahkan Jo Novita/Greysia Polii.

Sementara itu, di lini tunggal putri, dua srikandi Indonesia, Maria Kristin Yulianti dan Adriyanti Firdasari terlibat duel sengit. Pertandingan dimenangkan oleh Maria Kristin dan Indonesia berhak atas medali emas.

Satu lagi nomor yang merebut medali emas adalah ganda campuran. Kala itu, pasangan Vita Marissa/Flandy Limpele mengalahkan ganda Thailand, Saralee Thungthongkam/Sudket Prapakamol.

Baca pembahasan mengenai Jelang SEA Games dan Piala Thomas-Uber selengkapnya di Sportstars.id melalui link berikut https://www.sportstars.id/tag/event-olahraga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini