Share

Mengenal Sirkuit Bung Tomo, Lintasan Balap Kebanggaan Surabaya

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Minggu 24 April 2022 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 24 43 2584224 sirkuit-bung-tomo-lintasan-balap-kebanggaan-surabaya-gh6THaWkRM.jpg Sirkuit Bung Tomo. (Foto: Rivan Nasri/MPI)

SIRKUIT Bung Tomo adalah sebuah topik yang akan dibahas pada artikel kali ini. Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Surabaya ternyata telah berdiri sebuah lintasan balap berstandar internasional.

Sirkuit balap yang berdiri di kawasan Gelora Bung Tomo Surabaya ini telah selesai dibangun pada tahun 2017. Pembangunan lintasan balap ini ditujukan untuk penggemar balap motor maupun balap mobil. Namun, beberapa orang masih menganggap jika lintasan ini berbahaya.

Bagi yang penasaran, Okezone akan mengajak anda untuk Mengenal Sirkuit Bung Tomo.

Mengenal Sirkuit Bung Tomo

Adanya Inisiasi dari Tri Rismaharini, Mantan Walikota Surabaya

Pendirian Sirkuit Bung Tomo diinisiasi oleh Walikota Surabaya yang saat itu adalah Tri Rismaharini. Beliau menuturkan jika banyak jatuh korban jiwa karena adanya balap liar di jalanan. Tak hanya merugikan diri sendiri, balap liar di jalan raya juga membahayakan orang lain.

Sirkuit Bung Tomo (Foto: Rivan Nasri/MPI)

Sehingga, tujuan beliau mendirikan Sirkuit Bung Tomo adalah sebagai bentuk perhatiannya kepada masyarakat dan mewadahi hobi para penggemar balap motor maupun mobil untuk mengembangkan hobinya disana.

Pada sebuah wawancara, Risma mengatakan jika Sirkuit ini gratis untuk siapa saja dan dapat digunakan pada siang atau malam hari. Jadi, beliau mengharapkan tidak ada lagi yang namanya kebut-kebutan di jalan raya.

Bentuk Fisik Lintasan Berlabel Internasional

Sirkuit Bung Tomo memiliki label Internasional. Tak heran jika biaya pembangunannya diklaim mencapai Rp. 150 miliar. Dengan dana tersebut, Sirkuit Bung Tomo saat ini memiliki panjang lintasan sekitar 1,2 kilometer dengan rincian 400 meter trek lurus, 6 tikungan ke kanan, dan 3 tikungan ke kiri.

Dianggap Berbahaya

Meski memiliki label internasional, ternyata lintasan ini masih dianggap berbahaya oleh beberapa orang. Seorang pembalap nasional, Fitriansyah Kete, mengatakan jika Sirkuit Bung Tomo memilliki kekurangan pada bagian gravel yang justru berbalik arah atau tidak searah dengan laju balap. Sehingga membahayakan pembalap jika terjatuh.

Sirkuit Bung Tomo (Foto: Rivan Nasri/MPI)

Tak hanya itu, persoalan warna chicane juga dianggap bermasalah. Hal ini lantaran chicane yang berwarna merah dan putih ini dalam kondisi yang terbalik. Salah satu pengurus Komunitas Cornering Indonesia Surabaya (Coins) mengatakan โ€œKebalik kalau arah putarannya searah jarum jam.

Jadi seharusnya landai dari arah tikungan racing line. Kalau ini tidak, justru runcingnya yang mengarah ke racing line kalau kena dengkul yang seakan seperti kena pasah (besi tajam)โ€

Nah, itulah beberapa informasi mengenai Sirkuit Bung Tomo. Semoga membantu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini