Share

Haas F1 Team Keluarkan Biaya Perbaikan Hingga Rp14 Miliar, Imbas Kecelakaan Horor Mick Schumacher

Tino Satrio, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 37 2570206 haas-f1-team-keluarkan-biaya-perbaikan-hingga-rp14-miliar-imbas-insiden-kecelakaan-horor-mick-schumacher-kZOCax26K0.jpg Mick Schumacher, pembalap Haas F1 Team (Footo: Formula One)

TIM balap Formula One (F1), Haas F1 Team kembali menelan kerugian. Hal itu imbas dari kecelakaan pembalapnya, Mick Schumacher ketika F1 GP Arab Saudi 2022 pada Minggu 27 Maret lalu.

Dilansir dari Speed Week, Haas F1 Tem harus mengeluarkan kocek hingga satu juta dollar atau sekira Rp14,3 miliar. Dana itu dipergunakan untuk memperbaiki mobil Mick Schumacher, yang hancur lebur karena insiden kecelakaan horor.

Kecelakaan Mick Schumacher

Insiden itu terjadi saat Schumacher berada di kualifikasi kedua (Q2). Tepatnya pada tikungan ke-12 Sirkuit Jeddah Corniche, Arab Saudi. Ia hilang kendali, sehingga menabrak pembatas lintasan.

Red Flag pun berkibar cukup lama. Mobil milik anak Michael Schumacher ini hampir kehilangan bentuknya.

Pembalap berusia 23 tahun itu tergelincir dan membentur pembatas, ketika memacu di kecepatan 260 km/jam. Beruntung ia tak sampai cedera parah imbas insiden itu.

Namun, perbaikan yang harus dilakukan Haas F1 Team menelan pukulan besar. Menurut Bos Haas F1 Team, Gunther Steiner, kerusakan yang dialami cukup parah. Sampai bisa mengeluarkan biaya hingga satu juta dolar (Rp14,3 miliar).

"Saya kira setidaknya 500 ribu dolar kerusakan di sini, tapi tembus hingga satu juta dolar," kata Gunther Steiner dikutip dari Speed Week, Rabu (30/3/2022).

Pria 56 tahun itu juga secara terbuka sempat berdiskusi dengan tim Ferrari untuk dimintai pendapat. Beruntung, mesin dan baterai mobil Schumacher masih bisa dipakai.

Jika komponen itu rusak, Haas F1 Team pasti lebih dibuat pusing. Lebih lanjut, Gunther juga mengklaim kaki-kaki mobil milik Schumacher sebagian besar hancur.

Mick Schumacher

Mulai dari suspense hingga komponen roda. Semuanya harus diganti. Hanya tersisa satu suspense, yang masih bisa diselamatkan dari insiden tersebut.

"Mengenai mesin, saya mendapat masukan dari Ferrari bahwa drive unit bisa digunakan kembali dan baterai juga utuh. Tapi sebagian besar sisanya adalah sampah," ungkapnya.

"Dari suspensi, hanya satu di kiri depan yang masih bisa digunakan, semua roda lainnya robek dan suspensinya hancur," tambahnya.

Sebab demikian, Gunther berpesan agar para pembalapnya bisa lebih waspada lagi di lintasan. Ia tak mau insiden seperti itu terjadi lebih sering. Karena keuangan terbatas dan panitia F1 saat ini menerapkan batasan anggaran.

"Kami diizinkan beberapa pengecualian, tapi kami harus berhati-hati. Saya hanya bisa berharap bahwa kita tidak crash seperti ini lagi," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini