Share

Sebelum Juara MotoGP 2021, Fabio Quartararo Sempat Jadi Korban Bully

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 38 2531305 sebelum-juara-motogp-2021-fabio-quartararo-sempat-jadi-korban-bully-iJ1wibMbXw.jpg Fabio Quartararo sempat di-bully sebelum jadi juara MotoGP 2021 (Foto: MotoGP)

PEMBALAP Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, meraih impiannya dengan menjadi juara MotoGP 2021. Akan tetapi, Quartararo sempat menjadi korban bully warganet instagram sebelum sukses seperti sekarang.

Quartararo menjadi pembalap yang dieluh-eluhkan setelah meraih gelar juara MotoGP pertamanya. Untuk pemuda berusia 22 tahun, gelar itu sangat berharga untuk Quartararo.

Fabio Quartararo (Foto: MotoGP)

Quartararo tampak memiliki kehidupan sangat indah dari luar. Sayangnya, ada satu masalah yang memebuat Quartararo galau, yakni berat badan.

Quartararo kerap tidak percaya diri karena berat badannya yang terlalu kecil untuk mengendarai motor sekelas MotoGP. Dia pun sampai saat ini tengah menjalankan program untuk menaikkan berat badan.

“Saya menimbang diri saya setiap hari, saya cenderung untuk menambah berat badan,” ucap Quartararo, dikutip laman Corsedimoto, Rabu (12/1/2022).

BACA JUGA: MotoGP 2022 di Depan Mata, Ini Prediksi Tim dan Pembalap dari yang Terburuk hingga Terbaik

Keinginan itu bukanlah tanpa sebab. Pasalnya, Quartararo pernah mengalami masa-masa menyedihkan lantaran di-bully di instagram karena tubuhnya kurus.

“Ketika saya memenangkan gelar, saya teringat kembali ke tahun-tahun ketika tidak ada yang percaya kepada saya, komentar-komentar di instagram setelah musim yang buruk,” ucapnya.

“Itu adalah foto saya di pantai bersama teman-teman, dan orang-orang berkata 'Berolahragalah daripada pergi ke pantai.' Itu menyakitkan say  karena saya telah memberikan segalanya,” lanjutnya.

Fabio Quartararo (Foto: MotoGP)

Sebelum menjuarai MotoGP 2021, Quartararo memang memiliki musim yang tak terlalu baik. Pada MotoGP 2020, dia sempat tampil mengesankan pada awal kejuaraan, tetapi perlahan-lahan tercecer dari persaingan juara hingga hanya finis di urutan kedelapan klasemen akhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini