Pensiun dari MotoGP, tapi Karier Valentino Rossi Belum Sempurna

Rio Eristiawan, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 01:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 38 2531177 pensiun-dari-motogp-tapi-karier-valentino-rossi-belum-sempurna-Wa7vzrNEzP.jpg Valentino Rossi kecewa gagal mendapatkan gelar juara ke-10 dan podium MotoGP ke-200 sebelum pensiun (Foto: MotoGP)

LESMO - Legenda MotoGP, Valentino Rossi, pensiun pada akhir musim MotoGP 2021. Akan tetapi, dia mengakui, bahwa kariernya belum sempurna.

Sebagaimana diketahui, Rossi sudah berkarier 26 tahun di ajang balap motor profesional. The Doctor -julukan Rossi- total memiliki sembilan gelar juara dunia yang tujuh di antaranya diraih di MotoGP. Sementara itu, dua sisanya diraih di kelas 125cc (1997) dan 250cc (1999).

Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

Kendati demikian, bukan berarti karier Rossi selalu gemilang di MotoGP. Dia pernah gagal meraih gelar juara MotoGP ketika membela Ducati pada 2011-2012. Meski gagal di Ducati, Rossi tidak menyesal pensiun pada akhir musim lalu.

"Sejujurnya, saya tidak menyesal mengambil keputusan itu (Pensiun dari MotoGP)," kata Rossi, dilansir dari Speedweek, Kamis (13/1/2022).

BACA JUGA: Karena Luca Marini, Valentino Rossi pun Tahu dari Mana Bakat Balapnya Berasal

Namun, Rossi menyesal karena gagal meraih gelar juara dunia ke-10. Selain itu, pembalap Italia itu juga kecewa dengan kegagalannya mendapatkan podium MotoGP ke-200.

"Yang saya sesalkan adalah hilangnya gelar ke-10. Dan, saya ingin meningkatkan jumlah 199 podium MotoGP menjadi 200," ucapnya.

Lebih lanjut, Rossi menilai dirinya pantas untuk mendapatkan gelar ke-10. Tetapi, dia dikalahkan oleh mendiang Nicky Hayden (MotoGP 2006) dan Jorge Lorenzo (MotoGP 2015).

“Saya kehilangan gelar kesepuluh, terutama karena saya pikir saya pantas mendapatkannya, saya memiliki tingkat mengemudi dan kecepatan pada tahun 2015," ucap Rossi.

Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

"Tapi, saya kalah dalam pertarungan gelar MotoGP dua kali di final di Valencia, melawan Nicky Hayden pada 2006 dan Lorenzo pada 2015. Itu tidak bisa diubah lagi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini