Share

Tinggal di Indonesia, Karateka Afghanistan: Kami Butuh Pertolongan

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 43 2530152 tinggal-di-indonesia-karateka-afghanistan-kami-butuh-pertolongan-a7GV4fQVXU.jpg Karateka Meena Asadi meminta pertolongan untuk para pengungsi Afghanistan di Indonesia (Foto: Twitter/@meena_asadi)

KARATEKA asal Afghanistan, Meena Asadi, meminta kepada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) (Komisioner Tinggi PBB) untuk Indonesia guna memberi pertolongan kepada para pengungsi Afghanistan. Meena menyuarakan seruan tersebut melalui akun twitter pribadinya @meena_asadi.

Meena lahir pada tahun 1992 di Afghanistan. Masa kecilnya pun tak lepas dengan melihat negaranya penuh konflik dan perang.

Meena Asadi (Foto: Twtiter/@meena_asadi)

Kendati demikian, Meena berhasil mendobrak keterbatasan dengan menjadi atlet karate perempuan bersabuk hitam. Sekitar 30 medali dia raih, termasuk 3 medali perak South Asian Games 2010 berhasil dia raih.

Namun, pada 2015, Taliban menjatuhkan bom di Afghanistan. Kurangnya keamanan dan stabilitas ekonomi setelah invasi AS ke Afghanistan pada 2001, telah berkontribusi pada eksodus tersebut.

BACA JUGA: Demi Jadi Petarung MMA, Pria Ini Sukses Turunkan Berat Badan 136 Kg

Sementara itu, Meena kini berada di Indonesia. Dia merupakan satu dari sekitar 7.490 pengungsi Afghanistan yang saat ini tengah mengungsi di Tanah Air.

Dia memilih Indonesia guna memiliki kehidupan yang lebih baik bersama dengan sang suami dan buah hatinya. Meena pun kini juga menjadi guru karate di Cisarua Shotokan Karate Club (CRSKC), Bogor, Jawa Barat. Terdapat puluhan murid berguru kepadanya, termasuk dari pengungsi anak-anak Afghanistan.

Kendati demikian, seperti nasib para pengungsi yang lain, Meena menanti perlindungan dan berharap mendapatkan suaka di negara ketiga. Namun, selama tinggal bertahun-tahun di Indonesia, para pengungsi Afghanistan merasa frustrasi.

Mereka tak kunjung ditempatkan ke negara ketiga. Sementara itu, di Indonesia, mereka tak bisa memenuhi hak-hak dasarnya. Mengingat Indonesia tidak bisa menerima pengungsi Afghanistan secara permanen karena tidak ikut menandatangani Konvensi Pengungsi 1951.

Alhasil, protes terjadi berulang kali dari para pengungsi Afghanistan yang mendesak agar Komisi UNHCR Indonesia segera mempercepat proses relokasi bagi mereka. Hal itu juga diutarakan oleh Meena.

“Pengungsi menderita di Indonesia tanpa mendapat hak asasi manusia yang mendasar. Mereka membutuhkan bantuan segera untuk diselesaikan segera dari sini @UNHCRindo,” cuit Meena dalam akun twitternya, Senin (10/1/2022).

“Cobalah lakukan yang terbaik. Anda satu-satunya organisasi yang bertanggung jawab terhadap pengungsi,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini