Casey Stoner Miliki Hasrat Bantu Ducati di MotoGP 2022, tapi Terbentur Alasan Ini

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 38 2528608 casey-stoner-miliki-hasrat-bantu-ducati-di-motogp-2022-tapi-terbentur-alasan-ini-uGHRfcshea.jpg Casey Stoner saat memberi arahan kepada Jack Miller. (Foto: MotoGP)

SOUTHPORT – Legenda balap Ducati, Casey Stoner memiliki satu impian yang belum terwujud di dunia balap MotoGP. Juara MotoGP dua kali itu tepatnya memiliki keinginan menjadi pelatih balap, khususnya untuk Ducati, tapi ia tak bisa mengambil pekerjaan itu karena tak mau meninggalkan keluaganya yang ada di Australia.

Sebagaimana diketahui, pada dua balapan terakhir musim 2021 lalu, tepatnya di MotoGP Algerve dan Valencia, Stoner hadir di paddock Lenovo Ducati. Dia membantu mengarahkan Francesco Bagnaia dan Jack Miller untuk bisa tampil apik pada balapan tersebut.

Hasilnya, Pecco –sapaan Bagnaia- dan Miller sukses menyabet hasil gemilang di Portimao dan Valencia. Pada dua balapan itu, mereka masing-masing berhasil mengamankan kemenangan dan podium ketiga.

Baca Juga: Jika Marc Marquez Kendarai Desmosedici, Jorge Lorenzo Yakin Ducati Sudah Juara MotoGP Lagi

Casey Stoner bersama Bagnaia dan Miller

Merasakan pengaruh baik yang diberikan Stoner pada dua balapan tersebut, Bagnaia meminta Ducati untuk menjadikannya sebagai pelatih. Akan tetapi, Direktur Balap Ducati, Paolo Ciabatti, ragu bahwa pria berusia 36 tahun itu akan menerima tawaran timnya sebagai pelatih.

Pasalnya, itu akan membuat Juara MotoGP 2007 dan 2011 itu jauh dari keluarganya. Sebab, jika menjadi entrenador di tim pabrikan asal Italia itu, maka dia akan banyak menghabiskan waktu di Eropa, sementara istri dan anak-anaknya menetap di Australia.

Ternyata, keraguan Ciabatti itu benar. Juara MotoGP 2007 dan 2011 itu mengakui bahwa alasannya melatih adalah karena akan sulit untuk meninggalkan keluarganya dalam waktu lama, terlebih lagi dengan jarak ribuan kilometer.

“Ini (menjadi pelatih) adalah sesuatu yang ingin saya lakukan di akhir karier saya tapi itu tidak mudah. Saya memiliki keluarga saya di Australia dan jika saya bepergian, saya harus meninggalkan mereka sendirian untuk waktu yang lama,” kata Stoner dilansir dari Tuttomotoriweb, Jumat (7/1/2021).

Sebenarnya bisa saja Stoner melatih di Benua Biru dan bolak-balik ke Austarlia jika rindu dengan keluarganya. Namun, dia tak mau melakukannya karena tak ingin setengah-setengah untuk melakukan pekerjaaannya.

Casey Stoner

“Jika saya sangat ingin melakukan itu, saya tidak mau setengah-setengah. Jika saya melakukannya, saya ingin melakukannya dengan benar untuk membantu seseorang,” tambah pembalap yang pensiun pada 2012 lalu itu.

Tentunya sangat disayangkan Stoner tak bisa menjadi pelatih pembalap di Ducati. Padahal ketika hadir di akhir MotoGP 2021, Stoner sempat memberikan wejangan kepada dua pembalap Ducati, Jack Miller dan Francesco Bagnaia dan hasilnya kedua rider Ducati itu langsung finis di podium.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini