POBSI Sumut: Kasus Jewer Kuping Harusnya Tak Sampai Ranah Hukum

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 43 2527948 pobsi-sumut-kasus-jewer-kuping-harusnya-tak-sampai-ranah-hukum-XNECkvPIcw.jpg POBSI Sumatera Utara. (Foto: Istimewa)

KETUA Umum Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Indonesia (POBSI) Sumatera Utara (Sumut), Salomo TR Pardede SE MM, menyayangkan kasus โ€œjewer kuping" yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, kepada mantan pelatih biliar Sumut, Khairuddin Aritonang alias Coki, dibawa ke ranah hukum.

Salomo mengaku tidak menyangka kasus tersebut sampai ke ranah hukum. Padahal seharusnya, kasus itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi dari berbagai pihak.

POBSI Sumatera Utara

"Saya sangat terganggu pasca-kejadian tersebut akibat pemberitaan yang viral di mana-mana. Padahal seharusnya bisa cepat diredam seandainya semua pihak bisa dengan kepala dingin menyikapinya," kata Salomo.

Kemudian, kata Salomo, posisi Coki sebagai pelatih biliar Sumut telah berakhir semenjak rampungnya pelaksanaan PON Papua.

"Dia diangkat sebagai pelatih mulai dari persiapan hingga berakhir PON Papua. Hal itu sesuai dengan SK dari KONI Sumut," kata Salomo.

BACA JUGA: Tingkatkan Peran Aktif Stakeholder, POBSI Akan Adakan Rakornas 2022

Terkait laporan ke polisi, Salomo mengatakan itu atas inisiatif Coki dan tidak pernah berkonsultasi dengan POBSI Sumut. Dalam persoalan ini, Salomo menegaskan dan meminta agar kejadian yang dialami Coki tidak dikait-kaitkan dengan POBSI Sumut karena hal itu adalah persoalan pribadi.

Sebenarnya, kata Salomo, tindakan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, terhadap Coki merupakan kedekatan antara ayah dengan anak. Namun, Coki menanggapi dengan serius.

BACA JUGA: Kasus Jewer Sayang, Polisi Bakal Periksa Edy Rahmayadi

"Saya tidak membela Gubsu tapi kalau kita jujur gaya dan style kepemimpinan Edy Rahmayadi memang begitu, kita harus maklum," kata Salomo.

Bahkan, kata Salomo, Edy Rahmayadi sudah mengatakan bahwa aksi pegang kuping tersebut merupakan jewer sayang. Dia tidak menyangka persoalannya panjang dan melebar ke mana-mana hingga sekarang.

Lagi pula, kata Salomo, upaya mediasi sudah dilakukan KONI Sumut dan POBSI Sumut kepada Coki agar persoalan tersebut tidak terlalu diangkat ke permukaan. Namun, Coki tetap dengan pendiriannya membawa ke ranah hukum.

Terkait pernyataan Coki bahwa tidak ada bantuan pemerintah berupa peralatan ke POBSI Sumut, Salomo membantah kabar itu. POBSI Sumut, kata Salomo, sudah pernah mendapat bantuan empat unit meja biliar dari Pemprovsu melalui Disporasu dan KONI Sumut.

Bantuan tersebut berupa meja divisi pool, snooker, dan carom. Hingga sekarang, meja biliar tersebut masih layak digunakan.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov POBSI Sumut yang juga Pelatih Kepala POBSI Sumut, Achmad Fadil Nasution ST, mengatakan kasus yang dialami Coki harus dipisahkan dengan keberadaan Pengrov POBSI Sumut secara organisasi.

"Kasus Coki adalah persoalan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan POBSI secara organisasi," kata Achmad.

Menurut Fadil, yang bersangkutan pernah menjadi pelatih biliar Sumut sehingga dikaitkan dengan organisasi POBSI.

"Kami dalam hal ini tidak berkewajiban melakukan pembelaan terhadap Coki secara organisasi," kata Fadil.

Fadil bersama Salomo telah memberikan saran kepada Coki untuk cooling down dan melakukan upaya mediasi. Namun, yang bersangkutan tetap pada pendiriannya.

Sebelumnya, setelah menyampaikan pidato di rumah dinasnya, Senin 27 Desember 2021, Edy Rahmayadi membuat heboh Aula Tengku Rizal Nurdin lantaran menjewer kuping pelatih biliar Sumatera Utara, Khairuddin Aritonang alias Coki, saat menyerahkan bonus bagi para pelatih dan atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini