Jadi Runner-up Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021, Yuta Watanabe Tetap Puas

Antara, Jurnalis · Senin 27 Desember 2021 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 40 2523086 jadi-runner-up-kejuaraan-dunia-bulu-tangkis-2021-yuta-watanabe-tetap-puas-iLDRuiQXII.jpg Yuta Watanabe tetap puas meski hanya menjadi runner-up Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021 (Foto: Reuters)

TOKYO - Ganda campuran Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, menjadi runner-up Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021. Meski gagal mengakhiri musim 2021 dengan gelar juara, Yuta tetap puas.

Menurut Yuta, perjuangannya pada final Kejuaraan Dunia di Spanyol, Minggu (19/12/2021), tidak terlalu buruk. Oleh sebab itu, ia sudah siap dengan segala hasil yang diterima.

Yuta Watanabe (Foto: PBSI)

"Kami rasa tidak terlalu buruk di akhir musim, dan sebelumnya kami sempat mendapat beberapa medali. Jadi seharusnya saya cukup senang dengan capaian ini," kata Yuta dalam keterangan resmi BWF, Senin (27/12/2021).

Pada babak final, pasangan Yuta/Arisa harus mengakui keunggulan ganda campuran peringkat satu dunia asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Dalam pertandingan yang berlangsung selama 43 menit itu, Dechapol/Sapsiree menang 21-13 dan 21-14.

BACA JUGA: Hasil Final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021: Sikat Watanabe/Higashino, Dechapol/Sapsiree Keluar sebagai Kampiun

Meski begitu, Yuta sangat senang bisa sampai ke final dan bisa mengakhiri musim kompetisi dengan hasil maksimal. Menyikapi pertandingannya itu, Yuta mengaku tampil kurang maksimal karena ada cedera di punggungnya.

Kondisi itu mempengaruhi gaya permainan Yuta yang terkenal lincah dan punya pukulan kuat. Ternyata, kekurangan Yuta di final terbaca oleh lawannya, seperti yang dikatakan Sapsiree usai pertandingan.

"Saya punya sedikit cedera di punggung. Tapi, ini wajar karena sebelumnya saya selalu bermain dengan sangat cepat. Jadi, saat main, mungkin ada sesuatu yang salah sehingga itu mempengaruhi permainan saya," ujar Yuta.

Cedera membuat Yuta tak bisa meladeni permainan Dechapol/Sapsiree yang terus menekan sejak awal. Jika saja ia lebih bugar, mungkin hasil akhirnya akan berbeda.

Yuta Watanabe (Foto: PBSI)

"Mereka bemain sangat cepat, tapi kami juga sebenarnya tidak terlalu lambat. Permainan mereka memang lebih baik," tutur Yuta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini