Jika Protes Mercedes soal Hasil di GP Abu Dhabi Dikabulkan, Red Bull Ancam Tinggalkan F1

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Selasa 14 Desember 2021 01:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 14 37 2516513 jika-protes-mercedes-soal-hasil-di-gp-abu-dhabi-dikabulkan-red-bull-ancam-tinggalkan-f1-oMQBWW5wbk.jpg Lewis Hamilton dan Max Verstappen di F1 2021. (Foto: Reuters)

ABU DHABI – Pihak Tim Red Bull Racing bereaksi soal protes yang diajukan Mercedes-AMG Petronas soal hasil F1 GP Abu Dhabi 2021 yang membawa Max Verstappen menjuarai F1 2021. Jika protes itu dikabulkan, penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, menilai timnya bisa saja meninggalkan F1.

Sebagaimana diketahui, Verstappen sukses menyegel gelar juara F1 2021. Kepastiaan itu didapat usai memenangi balapan F1 GP Abu Dhabi yang digelar di Sirkuit Yas Marina, Minggu 12 Desember 2021 malam WIB.

Max Verstappen

Hasil dari balapan itu sendiri memang dianggap merugikan Mercedes. Di lap terakhir, Mercedes menganggap Max Verstappen sempat menyalip Lewis Hamilton ketika safety car belum keluar dari lintasan. Hal tersebut merupakan hal yang ilegal untuk dilakukan di balapan Formula 1.

BACA JUGA: Sudah Legawa Gagal Juara F1 2021, Lewis Hamilton Sempat Minta Mercedes Batalkan Protes

Mercedes memprotes hasil tersebut dengan alasan bahwa protokol keselamatan mobil tidak diikuti karena tidak semua pengemudi yang diizinkan untuk melepaskan diri, dengan alasan pelanggaran Pasal 48.12.

BACA JUGA: Max Verstappen Juara F1 2021, Fernando Alonso: Dia Beruntung

Pada akhirnya, protes tersebut ditolak oleh F1. Jika saja protes tersebut dikabulkan dan mengubah hasil kejuaraan, Marko mengancam bakal membawa pergi Red Bull meninggalkan F1.

“Kami akan mempertimbangkan partisipasi kami di F1, jika hal tersebut mempengaruhi hasil di masa depan. Seluruh sistemnya harus dipertimbangkan ulang. Konsistensi adalah bagian di dalamnya,” kata Marko dikutip Planet F1, Selasa (14/12/2021).

Marko sendiri menyayangkan keputusan Mercedes untuk protes. Dia menilai hal tersebut dilakukan karena mereka sangat putus asa dan bernafsu merebut gelar untuk pembalapnya.

Lewis Hamilton dan Max Verstappen

“Kejadian tersebut tidak layak ditampilkan di kejuaraan dunia. Hal itu mencerminkan mental mereka. Saya pikir mereka adalah pecundang. Sikap mereka memang seperti itu. mereka melakukan hal itu sepanjang musim,” ujarnya.

“Kami tidak peduli, karena secara moral, kami adalah pemenang. Protes yang mereka lakukan itu adalah langkah putus asa. Kami tidak ingin mengakhiri musim di depan pengawas balapan,” tutur Marko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini