Selesaikan Sanksi dari WADA, Tim Gugus Tugas Berangkat ke Swiss

Antara, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 43 2513587 selesaikan-sanksi-dari-wada-tim-gugus-tugas-berangkat-ke-swiss-0Dee9NgivH.jpg Kantor WADA di Lausanne, Swiss. (Foto/Reuters)

JAKARTA – Demi menyelesaikan sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA), Tim Gugus Tugas dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) berangkat ke Lausanne, Swiss, Selasa (7/12/2021). Kunjungan dipimpin Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari .

Okto, sapaan karib Raja Sapta, berharap kunjungan mereka dapat membuahkan hasil positif. Oleh karena itu dia berharap LADI bisa segera terbebas dari sanksi dan Indonesia bisa mendapatkan kembali hak-haknya di kejuaraan olahraga internasional.

Baca juga: Menpora Temui Maruf Amin Laporkan soal Sanksi WADA

“Kami mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar kami dapat menjalankan tugas yang sudah diamanatkan kepada kami, yakni akselerasi sanksi WADA ini secepatnya,” kata Okto melalui siaran pers yang diterima di Jakarta.

Foto/Antara

Okto berangkat bersama Sekretaris Jenderal Gugus Tugas Fitrian Yudis, Wakil Ketua LADI Rheza Maulana, dan Tenaga Ahli Gatot S Dewa Broto. Mereka dijadwalkan bertemu WADA pada Rabu sore waktu setempat.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta LADI Direformasi Total Buntut Sanksi dari WADA

LADI sebelumnya hampir merampungkan persyaratan serta permasalahan yang tertunda (pending matters) yang menjadi penyebab sanksi WADA. Beberapa syarat yang sudah diselesaikan LADI antara lain menyangkut susunan pengurus penuh waktu di LADI serta rencana tes doping (TDP) yang meliputi tes di dalam dan luar kompetisi.

“Gugus Tugas akan berusaha maksimal melakukan diplomasi sehingga sanksi WADA terhadap LADI bisa segera ditangguhkan,” kata Raja Okto

“Ini bukan cuma untuk melihat Merah Putih berkibar lagi, tetapi juga Indonesia memiliki banyak rencana untuk membawa banyak event olahraga ke Indonesia," tambahnya.

Foto/PBSI

Sebelumnya, LADI mendapat sanksi dari WADA karena lalai dalam program tes doping. Akibat kesalahan itu bendera Indonesia tidak berkibar ketika tim bulu tangkis Indonesia merebut Piala Thomas dan digantikan dengan bendera PBSI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini