Demi Kesuksesan DBON, Menpora Zainudin Amali Minta Semua Pihak Serius

Cikal Bintang, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 43 2510671 demi-kesuksesan-dbon-menpora-zainudin-amali-minta-semua-pihak-serius-Nz1UeAwPzz.jpg Menpora Zainudin Amali. (Foto: Kemenpora)

ANUR – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Zainudin Amali ingin Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) berjalan sukses. Untuk itulah, ia pun meminta segala pihak yang terlibat untuk mengerjakan semua program DBOn dengan serius dan sungguh-sungguh.

Dalam acara yang bertajuk ‘Peran Siwo PWI Mendukung Sukses DBON Menuju Indonesia Emas 2045’, Menpora menyatakan, program sebagus apapun tidak akan berarti jika implementasinya tidak ada. Dalam acara Webinar Nasional Hybrid DON 2021 yang berlangsung pada Rabu 1 Desember 2021 itu, ia meminta semua yang terlibat harus sungguh-sungguh dalam menjalankannya.

Menpora Zainudin Amali bersama Ketum PBSI Agung Firman Sampurna. (Foto: Bagas Abdiel/MPI)

“Saat ini, aturan dan desainnya sudah ada, tinggal bagaimana kita mengerjakannya. Sebagus apapun dasar hukumnya, tapi kalau implementasinya tidak ada, maka akan macet,” kata Zainudin, Kamis (2/12/2021).

Seperti diketahui, saat ini DBON sudah mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021. Mendasari itu, Zainudin meminta para pihak yang terlibat tak bergerak sendiri-sendiri untuk mewujudkan cita-cita DBON.

“Selama ini, kita bergerak sendiri-sendiri untuk mengurusi olahraga prestasi. Tidak ada sinergi. Contohnya, jika pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada olahraga, maka prestasi olahraga daerah tersebut akan bagus. Demikian juga sebaliknya,” ungkap Zainudin dalam kesempatan yang sama.

“Dengan adanya Perpres No.86 tahun 2021, maka ada kewajiban pada kepala daerah untuk menjalankannya. Jadi, pemerintah daerah tidak bisa beralasan lagi, karena aturannya sudah ada. Terlebih, memajukan olahraga di daerah juga bisa memajukan perekonomian masyarakat setempat,” jelasnya.

Kini, melalui DBON, pembinaan olahraga prestasi difokuskan pada 12 cabang yang sudah dipertandingkan di Olimpiade dan dua cabang yang belum dipertandingkan di Olimpiade. Zainudin pun menjelaskan mengapa hanya menaruh fokus pada 12 cabang tersebut.

“Ke-12 cabang itu adalah cabor yang menyumbangkan medali di Olimpiade dan punya harapan untuk mensukseskan target-target ini. Namun, 12 cabang ini tidak kekal di dalam DBON. Kalau ada cabor yang tidak berprestasi, maka akan dikeluarkan dari DBON. Kami menerapkan sistem promosi dan degradasi,” tambahnya.

DBON memang dirancang agar olahraga Indonesia bisa terbentuk dari hal kecil. Karena kini, tujuan utamanya adalah mendidik para calon atlet agar bisa menjadi besar di kemudian hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini