Verawaty Fajrin Meninggal Dunia, Herry IP Kenang Momen Bersama sang Legenda

Bagas Abdiel, Jurnalis · Minggu 21 November 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 21 40 2505139 verawaty-fajrin-meninggal-dunia-herry-ip-kenang-momen-kebersamaan-dengan-sang-legenda-K9eZahQZ1H.png Herry IP kenang momen bersama Verawaty Fajrin (Foto: Istimewa)

NUSA DUA – Legenda bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin, meninggal dunia pada hari ini, Minggu (21/11/2201).  Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi (IP), ikut berdukacita.

Herry IP pun membagikan momen saat bersama Verawaty di Pelatnas PBSI. Sekadar informasi, almarhumah pernah menjadi pelatih di Pelatnas PBSI.

Verawaty Fajrin saat dijenguk Menpora selaku perwakilan pemerintah Indonesia (Foto: Kemenpora)

Sebagaimana diketahui, Verawaty meninggal dunia di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Minggu (21/11/2021), pukul 06.58 WIB. Verawaty berpulang pada usia 64 tahun setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit kanker paru-paru.

Herry IP, yang mendengar kabar tersebut, langsung mengungkapkan kesedihannya. Ia, yang mewakili skuad ganda putra Pelatnas PBSI, turut menyampaikan dukacita yang mendalam.

BACA JUGA: Legenda Bulu Tangkis Indonesia Verawaty Fajrin Meninggal Dunia, Hendra Setiawan dan Fajar Alfian Turut Berdukacita

“Pertama-tama ikut berduka cita atas meninggalnya Kak Vera, yang sudah berjuang cukup lama dan terakhir tadi pagi meninggalkan kita semua. Saya pribadi dan pelatih ganda putra, tokoh ganda putra, mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Herry IP di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu (21/11/2021).

Herry IP mengenang Verawaty sebagai sosok yang menyenangkan. Bahkan, Herry IP sering bercanda dengan Verawaty karena memiliki selera humor yang sama.

“Kalau pengalaman saya sama Kak Vera, dulu Kak Vera pernah ngelatih juga ya, di PBSI, waktu itu saya lupa tahun berapa, di tunggal putri, ya banyaklah kenangan-kenangan manis saya dan Kak Vera, waktu sama-sama jadi pelatih,” sambung Herry.

“Terutama, waktu itu kalau saya tidak salah, 2001, Kejuaraan Dunia di Sheffield, kita satu korps, pelatih PBSI, banyak cerita-cerita, kenangan yang manis, dan luculah sama Kak Vera, karena dia kan senior saya juga, ya dalam hal ini saya ikut berduka, kehilangan seseorang, legend, khususnya di tunggal putri Indonesia,” lanjutnya.

“Saya kan orangnya suka guyonan ya sama beliau, sama almarhumah, bercanda, tapi kesan saya ya, Kak Vera orang yang baik, orang yang cukup tegas, kira-kira seperti itu,” sambungnya.

Verawaty Fajrin (Foto: Istimewa)

Verawaty meninggalkan suami, Fadjriansyah Bidoein, seorang anak Fidyandini dan dua cucu. Beberapa prestasi pun diraih Verawati saat masih aktif bermain, seperti medali emas Asian Games 1978, juara All England 1979, dan emas SEA Games 1981.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini