Verawaty Fajrin Meninggal Dunia: Semasa Hidup Berjuang Melawan Kanker Paru-Paru

Andika Pratama, Jurnalis · Minggu 21 November 2021 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 21 40 2505063 verawaty-fajrin-meninggal-dunia-semasa-hidup-berjuang-melawan-kanker-paru-paru-4rDEenlZDA.png Verawaty Fajrin meninggal dunia karena kanker paru-paru (Foto: Istimewa)

DUNIA bulu tangkis Indonesia berduka karena Verawaty Fajrin meninggal dunia di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Minggu (21/11/2021), pagi WIB. Beliau wafat pada umur 64 tahun usai berjuang melawan penyakitnya, yaitu kanker paru-paru yang diderita dalam beberapa tahun terakhir ini.

Pemerintah pun mengulurkan tangan mereka untuk membantu pengobatan salah satu putri terbaik Indonesia ini. Alhasil, Verawaty Fajrin dirawat RS Dharmais untuk sembuh dari penyakitnya.

Verawaty Fajrin dijenguk Menpora selaku perwakilan pemerintah Indonesia (Foto: Kemenpora)

Namun, takdir berkata sebaliknya. Verawaty Fajrin kini sudah beristirahat dengan tenang. Dia telah terbebas dari penyakitnya.

Untuk Indonesia, meninggalnya Verawaty Fajrin adalah kehilangan besar. Sebab, Verawaty Fajrin adalah salah satu talenta bulu tangkis terbaik Indonesia.

BACA JUGA: Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Meninggal Dunia, Erick Thohir Berduka

Lahir dengan nama Verwaty Wiharjo pada 1 Oktober 1957, kemudian dia dikenal dengan nama Verawaty Fajrin sejak 1979. Nama belakangnya diambil dari sang suami, Fajrin Biduin Aham.

Semasa aktif, Verawaty Fajrin tidak hanya berprestasi di satu sektor, tetapi tiga. Sekadar informasi, Verawaty Fajrin turun di sektor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Verawaty Fajrin Lahir di Jakarta 1 Oktober 1957. Bakat bulu tangkis membuat namanya berkibar pada akhir 1970-an hingga akhir 1980-an. Verawaty Fajrin terkenal karena kemampuannya turun di tiga sektor.

Bersama Imelda Wigoena, Verawaty Fajrin membentuk duet mematikan di ganda putri. Mereka menjuarai beberapa turnamen bergengsi di dunia. Pasangan ini bahkan pernah menjuarai All England 1979.

Setahun berselang, Verawaty Fajrin dan Imelda Wigoena mampu menjadi runner-up Kejuaraan Dunia. Dalam turnamen itu, Verawaty Fajrin tidak hanya turun di sektor ganda putri, tetapi juga tunggal putri.

Jika Verawaty Fajrin hanya menjadi runner-up bersama Imelda Wigoena, hal berbeda terjadi di sektor tunggal putri. Verawaty Wiharjo keluar sebagai juara tunggal putri usai mengalahkan kompatriotnya, Ivana Lie.

Verawaty Fajrin (Foto: Istimewa)

Sekadar informasi, Verawaty Fajrin merupakan tunggal putri pertama Indonesia yang keluar sebagai juara dunia, sebelum akhirnya diikuti Susy Susanti pada 1993. Selanjutnya, Verawaty Fajrin menjadi runner-up All England 1980, juara SEA Games 1981, dan Indonesia Open 1982.

Sementara itu, pada saat hampir bersamaan, Verawaty Fajrin juga terjun ke sektor ganda campuran. Karier Verawaty Fajrin di sektor ganda campuran di awali dengan menjadi runner-up Kanada Open 1979 bersama Ade Candra.

Namun, Verawaty Fajrin sempat vakum sementara dari dunia bulu tangkis pada 1983 dan 1984. Setelah kembali ke lapangan bulu tangkis, Verawaty Fajrin meneruskan karier gemilangnya.

Masa vakum tidak mengurangi kemampuan Verawaty Fajrin di dunia tepok bulu. Beberapa gelar bergengsi pun diraih Verawaty Wiharjo, baik di ganda putri maupun ganda campuran. Oleh sebab itu, meninggalnya Verawaty Fajrin merupakan kehilangan besar bagi bulu tangkis Indonesia. Beristirahatlah dalam damai, legenda bulu tangkis Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini