Bebaskan Sanksi LADI, KOI Jalin Komunikasi dengan WADA

Antara, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 43 2491578 bebaskan-sanksi-ladi-koi-jalin-komunikasi-dengan-wada-8fBDsouSse.jpg Kantor WADA di Montreal, Kanada. (Foto/Reuters)

JAKARTA – Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) mendapat sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) karena lalai dalam program tes doping. Untuk mempercepat pembebasan sanksi, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, menjalin komunikasi dengan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Dalam upaya membuka jalan komunikasi, Oktohari telah menemui langsung Presiden WADA Witold Banka dan Sekretaris Jenderal Olivier Niggli di General Assembly Asosiasi Komite Olimpiade Nasional (ANOC) di Crete, Yunani, Minggu (24/10) waktu setempat.

Foto/Okezone/Rachmat Fahzry

Okto, sapaan akrab Raja Sapta, mengatakan bahwa WADA membuka diri untuk membantu Indonesia menuntaskan masalah yang perlu diselesaikan (pending matters) guna mempercepat penangguhan sanksi.

Menurut dia, masalah tersebut sulit terselesaikan karena ketidaklancaran komunikasi antara LADI dan WADA.

Baca juga: Piala AFF Futsal 2021 Resmi Batal Usai Thailand Kena Sanksi dari WADA

“Selama ini ada kesulitan berkomunikasi dengan WADA karena masih melalui email. Sekarang kami telah memiliki direct line ke semua key person WADA dan dari pertemuan tersebut mereka sangat terbuka dan berkomitmen untuk membantu masalah ini,” kata Okto dalam siaran pers KOI yang diterima di Jakarta, Senin (25/102/2021).

Baca juga: Selesaikan Sanksi dari WADA, Kemenpora Lunasi Tunggakan LADI Sebesar Rp300 Juta ke Anti-Doping Lab

Lebih lanjut, KOI melalui Satgas Pembebasan Sanksi WADA akan terus mendorong LADI untuk segera menyelesaikan 24 pending matters sebagai syarat pembebasan sanksi WADA.

Okto memastikan bahwa apabila syarat tersebut bisa dipenuhi LADI maka sanksi dapat ditangguhkan sehingga Indonesia bisa kembali mendapatkan hak-haknya di ajang olahraga serta menjadi tuan rumah kejuaraan internasional.

“Saya mengatakan kepada WADA, kami tidak punya waktu selama satu tahun karena Komite Olimpiade Indonesia berencana membawa banyak event olahraga internasional ke Tanah Air,”

Foto/Reuters

“Tapi, mereka mengatakan semua sanksi bisa segera ditangguhkan selama LADI mampu menyelesaikan pending matters. Hal ini yang sedang dikebut untuk dirampungkan secepat mungkin. Bola sudah ada di kita saat ini dan LADI harus bergerak cepat,” tutur Okto.

ANOC General Assembly ke-25 di Crete, Yunani, berlangsung sampai malam nanti. Sejumlah agenda penting dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya ajakan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach untuk mengedepankan solidaritas sebagai prioritas utama yang ditunjukkan dengan mengedepankan netralitas Olympic Movement sebagai bentuk penghargaan antarsesama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini