Ini Penyebab Jonatan Christie Kalah dari Tunggal Putra Thailand di Piala Thomas 2020

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 06:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 40 2484846 ini-penyebab-jonatan-christie-kalah-dari-tunggal-putra-thailand-di-piala-thomas-2020-AKjOgoARn0.jpg Jonatan Christie beraksi di Piala Thomas 2020. (Foto/Badminton Photo)

AARHUS Jonatan Christie menelan kekalahan saat menghadapi tunggal putra Thailand Kunlavut Vitidsarn di Piala Thomas 2020 dengan gua set langsung 10-21 dan 14-21. Ia pun mengungkapkan alasannya tak mampu tampil maksimal.

Kekalahan Jojo membuat Indonesia kembali tertinggal 1-2 dari Thailand. Sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting kalah lawan Kantaphon Wangcharoen. Sementara kemenangan diperoleh pasangan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya.

Foto/Badminton Photo

Dalam pertandingan lanjutan penyisihan Grup A yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Senin (11/10/2021) itu Jojo tidak berkembang di gim pertama. Poinnya selalu tertinggal sejak awal.

Baca juga: Atasi Pasangan Thailand di Piala Thomas 2020, Fajar Alfian/Rian Ardianto Ungkap Kunci Sukses

Di gim kedua, Jojo sebenarnya terlihat bangkit secara perlahan. Namun ia kebanyakan melakukan kesalahan sendiri dan terkesan kurang sabar dalam mengembalikkan kok.

Baca juga: Hasil Piala Thomas 2020: Dramatis, Shesar Hiren Rhustavito Menangkan Indonesia 3-2 atas Thailand

"Saya kurang sabar dan banyak melakukan kesalahan sendiri," ujar Jojo dikutip dari rilis yang diterima MPI.

Tak hanya itu, Baik Jojo maupun sang pelatih Irwansyah menyadari bahwa kerap terbawa permainan lawan. Jojo tidak mampu keluar dari penguasaan tempo yang dimainkan lawan.

"Ketika lawan bermain cepat, saya sebenarnya lebih diuntungkan. Tetapi saya kurang sabar dan akhirnya banyak mati sendiri. Begitu lawan mengubah dengan bermain pelan, saya juga terbawa. Ketika dia memperlambat tempo permainan, saya jadi kurang nyaman," ujar Jojo.

"Di gim pertama dari awal Jojo terlalu mengikuti pola permainan lawan. Sementara lawan juga mampu mengontrol permainan reli yang dikembangkan. Jojo juga terbawa pola permainan lawan," ujar Irwansyah.

Foto/Badminton Photo

"Di gim kedua, awalnya Jojo sudah bermain baik hingga memimpin terus. Setelah itu kembali ragu-ragu dan tidak percaya diri dengan pola permainan yang dikembangkan. Dia lagi-lagi kurang sabar. Itulah yang membuat Jojo kalah," sebut Irwansyah.

Meski begitu, kekalahan Jojo ini setidaknya terbalaskan dengan kemenangan tim Indonesia dengan skor 3-2. Di partai pamungkas, Indonesia menurunkan Shesar Hiren Rhustavito dan menang rubber game dari Adulrach Namkul 23-21, 10-21, dan 21-8.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini