Gerak Cepat Selesaikan Masalah dengan Badan Anti-Doping Dunia, Menpora: Indonesia Kini Bebas Sanksi

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Minggu 10 Oktober 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 43 2484068 gerak-cepat-selesaikan-masalah-dengan-badan-anti-doping-dunia-menpora-indonesia-kini-bebas-sanksi-q2K5eOoi9K.jpg Badan Anti-Doping Dunia (WADA). (Foto: Reuters)

JAKARTA - Semenjak ditegur oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia langsung bergerak memperbaiki masalah. Kini kabar terbarunya adalah Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan bahwa Indonesia telah bebas sanksi.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah menerima teguran dari WADA karena dianggap tidak patuh program pengujian efektif anti-doping pada 7 Oktober 2021 lalu. Beredarlah asumsi terkait sanksi yang akan diterima olahraga Indonesia di kancah dunia.

Sanksi tersebut di antaranya, tidak dapat menjadi tuan rumah untuk ajang bertaraf regional, benua, maupun dunia. Selain itu, Indonesia bisa saja tanpa identitas berupa bendera dan lagu kebangsaan bila mentas di luar negeri.

Baca Juga: Kena Tegur Badan Anti-Doping Dunia, Menpora: MotoGP Indonesia 2022 Tetap Digelar

Menpora Zainudin Amali

Mendapat teguran dan tekanan berupa kekhawatiran masyarakat, membuat Kemenpora langsung mengirim surat klarifikasi kepada WADA. Klarifikasi itu berkaitan bahwa Indonesia belum memenuhi kebutuhan sampel doping yang telah direncanakan sebelumnya pada Test Doping Plan (TDP) 2021.

Di tahun ini, pandemi Covid-19 memaksa banyak ajang olahraga diberhentikan sehingga tidak ada yang dijadikan sampel. Akhirnya Indonesia berencana memakai sampel dari penyelenggaraan PON XX Papua 2021 untuk memenuhi itu semua.

Akhirnya, WADA menerima klarifikasi itu dan menunggu pemberian sampel itu dari PON yang kini masih berlangsung. Dengan ini, Menpora mengharapkan masyarakat tak perlu lagi khawatir terkait kemungkinan sanksi yang diterima Indonesia.

"Saya kira tidak ya (disanksi), setelah kami menyampaikan surat pada tanggal 8 Oktober kemarin kemudian WADA sudah merespon bahwa mereka memahami apa yang terjadi di Indonesia, situasi di Indonesia, dan kemudian mereka berharap dari PON ini sampel-sampel kita sesuai TDP kita tahun 2021," kata Menpora Amali dalam rilis yang diterima MPI, Minggu (10/10/2021)

"Jadi ingin saya tegaskan disini mengenai yang tidak boleh menyelenggarakan kegiatan internasional, kita dilarang menggunakan nama Indonesia atau Lagu Indonesia Raya, Merah Putih, dan lain sebagainya itu sudah klir ya. Dengan pernyataan dari WADA bahwa mereka apresiasi dan menunggu hasil sampel dari Pekan Olahraga Nasional," tambahnya.

Badan Anti-Doping Dunia (WADA)

Dengan ini Menpora juga memastikan Indonesia dapat menjadi tuan rumah di beberapa kompetisi olahraga yang sudah direncanakan sebelumnya. Indonesia juga masih bisa berlaga di ajang internasional dengan menggunakan identitas bangsa.

Beberapa kompetisi olahraga yang rencananya akan digelar di Indonesia seperti Piala Dunia U-20 2023, MotoGP 2022, Bulu Tangkis Indonesia Open, Indonesia Masters, BWF World Tour, Formula E, hingga Piala Dunia Basket FIBA 2023.

Bahkan dalam kompetisi Piala Thomas dan Uber 2020 yang sedang bergulir, Indonesia sempat diisukan tak bisa mengibarkan bendera Merah Putih sekali pun berada di posisi tiga besar. Namun, kini semua kekhawatiran itu telah berakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini