Tanggapi Teguran Badan Anti-Doping Dunia, KOI Langsung Koordinasi dengan Pemerintah

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 43 2483509 tanggapi-teguran-badan-anti-doping-dunia-koi-langsung-koordinasi-dengan-pemerintah-v53TlASZDw.jpeg Ketum KOI, Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)

JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) saat ini sudah langsung berkomunikasi dengan pihak pemerintah terkait masalah teguran yang sudah dilayangkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA). KOI mengaku telah menghubungi Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) guna mencari solusi terbaik atas permasalahan yang kini mengancam olahraga Indonesia.

Seperti yang diketahui, baru-baru ini WADA menyebut Indonesia telah tak mematuhi program anti doping. Untuk menyelesaikan masalah itu, Ketua Umum (Ketum) KOI, Raja Sapta Oktohari memastikan pihaknya akan segera bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah itu.

Lembaga Non-Pemerintah pimpinan Raja Sapta Oktohari segera berkoordinasi dengan pemerintah guna mencari solusi terbaik agar hak-hak Indonesia di olahraga Internasional dapat terlindungi.

Baca Juga: Indonesia Ditegur Badan Anti-Doping Dunia, Begini Penjelasan Menpora Zainudin Amali

Ketum KOI, Raja Sapta Oktohari

“NOC Indonesia menyesalkan kejadian ini bisa terjadi. Meski ini bukan ranah kerja NOC, kami turut prihatin karena dampak yang ditimbulkan memengaruhi peran Indonesia di olahraga Internasional. NOC akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk membicarakan masalah ini,” kata Raja Sapta Oktohari, dalam laporan yang disampaikan NOC Indonsia, Jumat (08/10/2021).

Laman resmi WADA, 7 Oktober, menyatakan lima Organisasi Anti-Doping (ADO) tidak patuh terhadap Kode Anti Doping Dunia, yaitu Badan Anti-Doping Korea Utara, Badan Anti-Doping Thailand, LADI, serta dua federasi Internasional yakni Federasi Bola Basket Tuna Rungu Internasional (DIBF) dan Federasi Olahraga Gira Internasional (IGSF).

Dalam keterangan tersebut, Badan Anti-Doping Korea Utara dan Indonesia dianggap tidak patuh dalam mengimplementasikan program uji doping yang efektif. Akibatnya, Indonesia potensial kehilangan hak-haknya di olahraga internasional hingga status LADI dipulihkan kembali.

Akan tetapi, yang menjadi sorotan penting adalah tiga negara yang badan anti-dopingnya disanksi dilarang menjadi tuan rumah regional, kontinental, hingga kejuaraan dunia atau event major lainnya. Selain itu, Indonesia juga terancam tidak bisa tampil dengan bendera Merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di multi event Internasional.

“Kami sangat menghargai LADI dalam menyelesaikan urusan-urusan pekerjaannya. Kami berharap masalah ini bisa terselesaikan segera,” kata Okto.

Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)

“Namun, ini menjadi pelajaran kita bersama. Ketika kita ingin berprestasi di level dunia, sudah sepatutnya kita mengikuti aturan Internasional, olahraga punya otoritas tertinggi yakni Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang memiliki bidang-bidang khusus seperti WADA. Jika ada aturan dilanggar, bisa memberikan sanksi fatal bagi Indonesia sehingga sudah sepatutnya kita menghormati aturan tersebut,” tambah Ketum KOI tersebut.

Okto mengatakan, terpenting saat ini adalah mencari solusi sehingga Indonesia bisa segera terbebas dari jerat sanksi WADA. Apalagi, dalam waktu dekat beberapa federasi olahraga nasional akan mengadakan kejuaraan level internasional di Indonesia hingga akhir tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini