Atlet PON XX Papua 2021 Terpapar Covid-19, Jubir Satgas Akui Ada Kelonggaran Prokes

Hasyim Ashari, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 43 2483412 atlet-pon-xx-papua-2021-terpapar-covid-19-jubir-satgas-akui-ada-kelonggaran-prokes-phPns2EV8l.JPG Parade atlet di pembukaan PON XX Papua 2021. (PB PON XX Papua)

JAYAPURA – Juru bicara Satgas Covid-19 Papua, Silawanus Sumule mengakui bahwa pada saat pembukaan acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, pihaknya telah mengendurkan protokol kesehatan. Hal tersebut lantaran, atmosfer masyarakat Papua yang begitu luar biasa terhadap perhelatan PON.

“Memang kami akui, pada saat pembukaan itu (PON), prokesnya itu agak longgar. Kami betul-betul menyadari oleh karena euphoria dari masyarakat yang berlebihan,”kata Silawanus dalam Youtube BNPB Indonesia, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Raih Total Angkatan 215 Kg, Lifter Jawa Tengah Ini Raih Medali Emas dan Pecahkan Rekor PON

“Masyarakat kami betul-betul sudah lama menantikan ada satu pagelaran dan memang kami harus mengakui ada longgar,” lanjutnya.

Foto/MPI/Subhan Sabu

Meskipun mengaku kecolongan, pihaknya terus berusaha untuk berkolaborasi dan menjaga protokol kesehatan dengan sangat ketat. Silawanus memastikan bahwa atlet yang terkena Covid-19 akan mendapatkan pelayanan terbaik.

Baca juga: Bola Basket PON XX Papua: Sulawesi Utara Ukir Sejarah, DKI Jakarta Capai Final dalam 13 Tahun Terakhir

“Bagi atlet yang terkena Covid-19, Satgas, pemerintah Papua, PB PON memastikan bahwa mereka akan mendapatkan pelayanan yang terbaik dan kami pastikan semuanya akan berjlaan dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Siwlwanus menambahkan bahwa pihaknya terus memantau dan mengantisipasi dengan munculnya varian baru Covid-19. Sehingga para atlet yang mengikuti PON tidak membawa pulang virus tersebut.

Foto/PON XX Papua 2021

“Melakukan Survei akan terus dilakukan, dipantau terus menerus. Kita tidak boleh kendur dalam melakukan survey. Kita tetap meningkatkan kecepatan untuk tetap melakukan prokes dan kemudian kolaborasi dan koordinasi harus terus kita lakukan."

"Saya pikir kalau ini dilakukan dengan baik, maka tidak akan banyak hal-hal yang mengganggu kita semuanya,”pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini