Kena Tegur Badan Anti-Doping Dunia, Pengamat Olahraga: Ini Tamparan untuk Indonesia

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 43 2483255 kena-tegur-badan-anti-doping-dunia-pengamat-olahraga-ini-tamparan-untuk-indonesia-eFUYZ72Hjw.jpg Badan Anti-Doping Dunia (WADA). (Foto: Reuters)

JAKARTA – Pengamat olahraga, Daryadi menanggi kasus terbaru terkait Indonesia yang kini kena teguran dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) lantaran tidak patuh dalam menangani program pengujian anti doping. Menurut Daryadi, momen ini bisa menjadi waktu yang tepat bagi setiap pemangku kebijakan (stakeholder) olahraga Tanah Air untuk berbenah diri.

Indonesia bersama Thailand dan Korea Utara dinyatakan tidak patuh menerapkan program tersebut pada Jumat (8/10/2021). Padahal itu merupakan salah satu syarat untuk menjadi tuan rumah kompetisi olahraga tingkat regional, benua, maupun dunia.

Aturan itu juga jadi syarat untuk duduk sebagai anggota dewan di komite. Indonesia bisa saja harus menjalani sanksi tersebut selama masa penangguhan yang belum diketahui jangka waktunya.

Baca Juga: Indonesia Dinyatakan Tak Patuh Program Anti-Doping, Roy Suryo: Bisa Jadi Bencana!

Badan Anti-Doping Dunia (WADA)

Daryadi menyoroti bahwa kasus ini dapat menjadi ancaman bagi olahraga di Indonesia. Pasalnya bukan tidak mungkin, nama Indonesia akan dihapus dari keikutsertaan event olahraga internasional.

Selayaknya Rusia pada Olimpiade Tokyo 2020, mereka tetap dapat menyumbangkan atletnya, namun tidak ada embel-embel negaranya. Tentu ini sangat merugikan Indonesia.

Daryadi pun berharap ada evaluasi di ranah pemangku kebijakan khususnya Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). Ia berharap jangan sampai keliru satu lembaga, malah merusak citra Indonesia secara keseluruhan.

“Saya kira peringatan dari WADA ini jadi tamparan bagi dunia olahraga Indonesia, khususnya bagi Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). Bagi Kemenpora yg menaungi lembaga tersebut tentu ini momentum yg tepat untuk mengevaluasi kinerja LADI apakah sudah sesuai degan yg diharapkan,” ucap Daryadi setelah dihubungi Tim MPI, Jumat (8/10/2021).

“Jangan sampai karena ada satu lembaga yg lemah kinerjanya justru akan merugikan Indonesia secara keseluruhan. Karena ancamannya cukup serius, Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah event-event internasional walau masih boleh mengikutsertakan atlet-atletnya,” lanjutnya.

Sejauh ini, mengenai detail ketidakpatuhan Indonesia tersebut belum dikemukakan oleh WADA. Termasuk mengenai jangka waktu penangguhan tersebut.

“Sayangnya WADA tidak secara detail menyebutkan pada kasus-kasus apa, kapan dan dimana sehingga Indonesia harus menerima peringatan keras,” imbuhnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Roy Suryo, juga menanggapi soal kabar Indonesia yang dinyatakan tidak patuh oleh WADA. Menurut Roy Suryo, kasus ini bisa menjadi bencana bagi olahraga nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini