Indonesia Tak Patuh Program Anti-Doping, Bisa Bernasib seperti Rusia di Olimpiade Tokyo 2020?

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 43 2483157 indonesia-tak-patuh-program-anti-doping-bisa-bernasib-seperti-rusia-di-olimpiade-tokyo-2020-uw8O1Inzwf.jpg Para atlet Rusia di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Reuters)

BADAN Anti-Doping Dunia (WADA) baru saja menyatakan bahwa Indonesia tidak patuh dalam menerapkan program pengujian yang efektif. Akibatnya, selain terancam tak bisa jadi tuan rumah di ajang olahraga internasional, Indonesia bisa saja senasib dengan Rusia.

Ya, Indonesia bersama Thailand dan Korea Utara dinyatakan tidak patuh program tersebut pada Jumat 8 Oktober 2021. Padahal, hal itu merupakan syarat suatu negara untuk dapat menjadi tuan rumah di ajang internasional.

WADA. Foto: Reuters

Beberapa ajang besar olahraga yang sempat diwacanakan digelar di Indonesia pun bisa terancam gagal. Katakanlah seperti Piala Dunia U-20 2023, MotoGP 2022, Formula E, Piala Dunia Bola Basket FIBA, dll.

BACA JUGA: Indonesia Dinyatakan Tidak Patuh oleh Badan Anti-Doping Dunia, Tak Bisa Jadi Tuan Rumah Kompetisi Olahraga

Lebih dari itu, ternyata Indonesia bisa saja kehilangan identitasnya dalam beberapa ajang olahraga ketika digelar di luar negeri. Hal itu serupa dengan yang diterima Rusia, terutama dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020.

BACA JUGA: Indonesia Dikabarkan Tak Patuh Program Anti-Doping, 5 Ajang Besar Ini Terancam Gagal Diselenggarakan di Tanah Air

Ya, Rusia tidak menggunakan nama asli negaranya di ajang itu dan diganti dengan sebutan Komite Olimpiade Rusia (ROC). Mereka pun tidak diizinkan menyanyikan lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera asli negaranya.

Hal itu merupakan imbas dari larangan berpartisipasi dalam semua acara olahraga besar selama dua tahun oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Sanksi ini merupakan pengurangan dua tahun dari yang sebenarnya empat tahun dari WADA.

Rusia disanksi karena badan anti-doping negara tersebut (Rusada) dinyatakan tidak patuh lantaran memanipulasi data laboratorium. Meski berbeda dari segi konteks kasusnya, hal ini menunjukkan ketegasan WADA yang tanpa toleransi terkait permasalahan doping.

Hal itu juga menjadi sanksi paling parah yang diberlakukan kepada sebuah negara dalam ajang olahraga. Meski begitu, atlet-atlet masih diizinkan bermain meski di bawah bendera netral.

Parade atlet di Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Reuters

Setidaknya, nama Rusia tidak akan muncul dalam beberapa ajang bergengsi dunia ke depan, termasuk Piala Dunia 2022 di Qatar. Tentu saja, hal ini diharapkan tidak terjadi untuk Indonesia yang akan banyak melakoni ajang bergengsi di beberapa tahun ke depan.

Sampai berita ini dibuat, tim MNC Portal Indonesia sendiri tengah menunggu tanggapan dari pemangku kebijakan, seperti Kemenpora, Ketua KOI, dan federasi setiap cabang olahraga. Menarik menunggu langkah apa yang akan diambil Indonesia usai mendapati kabar dari WADA ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini