Mia Audina Cerita Awal Mula Runtuhnya Dominasi atas Zhang Ning, Gara-Gara Virus?

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 40 2482540 mia-audina-cerita-awal-mula-runtuhnya-dominasi-atas-zhang-ning-gara-gara-virus-UrqwlCADeu.jpg Mia Audina dan Zhang Ning bersaing ketat. (Foto: PB Djarum)

NAMA Mia Audina begitu terkenang di hati dan ingatan pencinta bulu tangkis Indonesia. Bagaimana tidak, Mia Audina menjadi penentu kemenangan 3-2 Tim Uber Indonesia atas China di usia yang sangat muda, yakni 14 tahun pada 1994!

Saat itu, Mia Audina turun di laga kelima atau penentuan. Mentas sebagai tunggal putri ketiga, Mia Audina ditantang tunggal putri China berusia 19 tahun, Zhang Ning. Luar biasanya, Mia Audina mengalahkan Zhang Ning dengan skor 11-7, 10-12 dan 11-4.

Mia Audina

(Mia Audina sudah jadi andalan Indonesia di usia belasan tahun)

Alhasil, Indonesia pun meraih trofi Piala Uber pertama sepanjang sejarah. Terasa semakin luar biasa karena Piala Uber 1994 dilangsungkan di Istora Senayan, Jakarta.

Sejak saat itu, Mia Audina cukup dominan tiap kali bertemu Zhang Ning. Namun, merebaknya virus SARS pada 2003 mengubah segalanya. Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2003 yang sedianya digelar di Birmingham, Inggris, pada 12-18 Mei 2003 mengalami penundaan.

Mia Audina yang saat itu sudah menjadi warga negara Belanda, memilih liburan dan pulang ke Indonesia. Selama di Indonesia, Mia Audina tidak berlatih. Singkat kata, Mia Audina tak dalam kondisi optimal saat Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis digelar di Inggris pada 28 Juli hingga 3 Agustus 2003 di tempat yang sama.

BACA JUGA: Terungkap! Alasan Legenda Bulu Tangkis Mia Audina Pindah Warga Negara, Bukan Hanya Ikut Suami

Saat itu, Mia Audina lolos ke semifinal dan bertemu Zhang Ning. Secara mengejutkan, Mia Audina dihajar Zhang Ning dengan skor mencolok, 7-11 dan 0-11. Sejak saat itu, Zhang Ning menjadi percaya diri tiap kali bertemu Mia Audina.

Hal itu termasuk saat mentas di final nomor tunggal putri Olimpiade Athena 2004. Sempat menang 11-8 di set pertama, Mia Audina kalah di dua set lainnya, yakni 6-11 dan 7-11. Padahal, jika saat itu Mia Audina mengalahkan Zhang Ning dan meraih emas Olimpiade 2004, ia akan pensiun dari dunia bulu tangkis.

Zhang Ning

(Zhang Ning, musuh bebuyutan Mia Audina. (Foto: REUTERS)

“Pastinya di Olimpiade kalau punya kans dapat emas, pastinya maunya dapat emas. Ya, itu (kalah di final) sangat disayangkan sekali, namun saya sudah memberikan yang terbaik,” kata Mia Audina, Okezone mengutip dari akun YouTube PB Djarum, Kamis (7/10/2021).

“Saya bertemu Zhang Ning sejak Uber Cup 1994. Saya tuh sering menekan dia dan jarang kalah sama dia. Tapi, tiba-tiba pada tahun 2003 saat zamannya SARS, kejuaraan dunia dibatalkan. Makanya, kami liburan dan saya pulang ke Indonesia. Di situ, otomatis saya tak latihan dan tak lama kemudian kejuaraan dunia 2003 diselenggarakan,” lanjut Mia Audina.

“Di situ saya kalah dari Zhang Ning. Mungkin setelah dia menang sama saya sekali, tekanannya mungkin hilang kali ya. Semenjak itu Zhang Ning jadi sering menang lawan saya,” ujar Mia Audina yang kemudian memutuskan pensiun pada 2006.

Zhang Ning bisa dibilang ratu bulu tangkis dunia. Empat tahun berselang di Olimpiade Beijing 2008, Zhang Ning lagi-lagi merebut medali emas nomor tunggal putri setelah menang atas sang rekan senegara, Xie Xingfang, dengan skor 21-12, 10-21 dan 21-18.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini