Berjuang dengan Cedera, Marc Marquez: Ini Musim Terberat dalam Karier Saya

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 38 2472007 berjuang-dengan-cedera-marc-marquez-ini-musim-terberat-dalam-karier-saya-DCUxQGelM5.jpg Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez (Foto: MotoGP)

MISANO - Gelaran MotoGP 2021 menjadi musim paling berat bagi Marc Marquez. Rider Repsol Honda itu merasa sangat kesulitan lantaran harus berjuang di lintasan balap di tengah cedera bahu yang belum pulih sepenuhnya.

Seperti diketahui, Marquez sempat mengalami cedera serius yang membuatnya absen dari lintasan balap sepanjang musim lalu. Ia menderita cedera patah tulang humerus (lengan atas) kanan setelah terjatuh saat lomba pertama MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 19 Juli 2020.

Cedera tersebut biasanya akan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat bila melakukan gerakan-gerakan tertentu pada bahu. Sementara Marquez sendiri sangat mengandalkan pergerakan bahu untuk mengendalikan motornya.

The Baby Alien baru kembali balapan pada seri ketiga musim ini atau tepatnya di MotoGP Portugal pada 16-18 April lalu. Akan tetapi, bukan Marquez namanya kalau langsung menyerah begitu saja.

Baca juga: Nyaris Menang di Aragon, Marc Marquez Pasang Target Tinggi di MotoGP San Marino 2021

Pembalap Spanyol itu langsung menunjukkan mental juara dengan merebut podium kemenangan di MotoGP Jerman 2021. Terbaru, Marquez juga berhasil finis di posisi dua saat mentas di MotoGP Aragon 2021 akhir pekan kemarin.

“Musim ini adalah yang terberat dalam karir saya, baik secara fisik maupun mental. Saya kembali setelah cedera di Portimao dan berpikir saya bisa berkembang lebih cepat," ujar Marquez dilansir dari laman Speedweek, Kamis (16/9/2021).

Marquez mengakui cedera bahu cukup parah yang sempat ia alami sangat berdampak pada performanya di lintasan. The Baby Alien merasa saat ini dirinya banyak melakukan pertimbangan ketika harus memaksa motor di tikungan.

“Saya tidak bisa lagi menahan benturan dengan siku saya seperti dulu ketika saya selalu bisa memberikan tekanan melalui ban depan. Itu masih berfungsi di tahun 2016 hingga 2019, tetapi sekarang tidak mungkin lagi," ujar Marquez.

 

"Jika saya kehilangan bagian depan, itu berarti selesai. Seperti di Aragon, saya harus melepaskan rem selama untuk melakukan manuver saya tapi di sisi lain saya kesulitan untuk tetap berada di garis," jelasnya.

Terlepas dari kondisinya saat ini, Marquez mengakui pertarungannya dengan Francesco Bagnaia di MotoGP Aragon 2021 merupakan salah satu yang terbaik. Ia menilai Bagnaia memang tampil sangat kuat dan layak finis terdepan pada balapan tersebut.

 

“Saya sudah melakukannya dengan semaksimal mungkin. Tapi seperti yang Anda semua lihat, saya tidak punya kesempatan. Francesco (Bagnaia) melaju dengan sempurna. Tetapi secara keseluruhan saya puas dengan kecepatan motor dan hasil ini juga tidak terlalu buruk," tegas Marquez.

Performa di MotoGP Aragon 2021 akhir pekan kemarin juga membuat Marquez berambisi untuk tampil lebih baik pada balapan berikutnya. Juara Dunia MotoGP 2019 itu cukup percaya diri untuk bersaing dalam perebutan podium di Sirkuit Misano.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini