Jorge Lorenzo Nilai Maverick Vinales Ambil Keputusan Buruk karena Gabung Aprilia

Rio Eristiawan, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 38 2471411 jorge-lorenzo-nilai-maverick-vinales-ambil-keputusan-buruk-karena-gabung-aprilia-DMB0PWLQ3B.jpg Maverick Vinales beraksi di MotoGP Aragon 2021. (Foto/MotoGP)

ARAGON – Mantan juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo, menilai Maverick Vinales mengambil keputusan buruk karena memilih bergabung dengan Aprilia. Ia berpendapat kondisi tim dan motor Aprilia buruk.

Vinales telah resmi meninggalkan Tim Monster Energy Yamaha dan bergabung dengan Aprilia untuk sisa balapan MotoGP 2021 hingga musim depan. Sayang, keputusan Vinales untuk pergi dari Yamaha mendapat pandangan berbeda dari Lorenzo.

Baca juga: Debut dengan Aprilia di MotoGP Aragon 2021 Berakhir Buruk, Maverick Vinales Tidak Terlalu Kecewa

"Ini bukan pertama kalinya kami melihat pergerakan drastis di pihaknya selama karirnya. Dia pernah melakukan itu, khususnya ketika dia masih muda," kata Jorge Lorenzo dilansir dari Tutto Motori Web, Selasa (14/9/2021).

Foto/MotoGP

Menurutnya, keberadaan Fabio Quartararo sebagai rekan baru Vinales pada musim ini memberikan tekanan berarti. Alih-alih termotivasi untuk menunjukkan kemampuan lebih, performa Vinales justru melemah.

Baca juga: Jalani Debut dengan Aprilia di MotoGP Aragon 2021, Vinales Sempat Merasa Tegang

“Kedatangan pembalap muda seperti Quartararo tidak mendorongnya untuk naik ke level yang lebih tinggi. Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya. Itu membuatnya lebih lemah secara mental, karena dia sangat menderita dari kekuatan Fabio,” lanjutnya.

“Ketika rekan setim Anda berjalan setengah detik atau satu detik lebih cepat dari Anda, ini mulai membebani Anda secara mental. Jika Anda tidak terlalu kuat dan sangat positif, maka mulailah berpikir negatif,” tambahnya.

Oleh karena itu Lorenzo beranggapan kepindahan Vinales ke pabrikan Noale dianggap sebagai sebuah keputusan yang salah. Bila dilihat di atas kertas itu merupakan langkah mundur dalam hal daya saing untuk merebutkan gelar juara.

"Dia membutuhkan tim baru dan orang-orang baru untuk merasa lebih bahagia dan lebih termotivasi. Rupanya dia mengendarai motor yang lebih buruk, di tim yang lebih buruk. Sejarah mengatakan ini. Tapi Anda tidak pernah tahu,” tambahnya.

Setelah menjalani debut dengan tim barunya, Vinales masih jauh dari yang diharapkan sebelumnya. Ia hanya mampu finis di urutan 18 di MotoGP Aragon pada akhir pekan lalu. Namun begitu, ia senang karena berhasil mengumpulkan data yang diperlukan untuk persiapan balapannya di seri-seri selanjutnya.

Foto/MotoGP

“Penilaiannya positif, pada akhirnya sangat penting bagi kami untuk menambah jam terbang, saya telah melihat sisi baik dan buruknya. Saya tidak memiliki kecepatan seperti yang ada di depan, tapi perlahan kami akan tiba," kata Vinales dikutip dari Speedweek.

Ia menyebut bahwa motor Aprilia sulit untuk dijinakkan. Oleh karena itu, ia butuh beradaptasi lebih agar bisa menyatu dengan motornya agar mendapatkan hasil yang optimal ketika saat balapan berlangsung.

“Motor Aprilia lebih sulit untuk dikendarai. Tapi saya tidak memiliki masalah dengan itu.Saya mampu menyelesaikan balapan tanpa masalah besar. Tapi, motor bergerak sedikit lebih banyak, sangat sedikit ruang bagi saya untuk meregangkan tubuh," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini