Icuk Sugiarto Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Juara Dunia 1983, Begini Kabar Terkininya

Andika Pratama, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 40 2467319 icuk-sugiarto-legenda-bulu-tangkis-indonsia-yang-juara-dunia-1983-begini-kabar-terkininya-k4NlZoI4V7.jpg Legenda bulu tangkis Indonesia Icuk Sugiarto mengukir banyak prestasi pada masanya (Foto: Instagram/@icuksug)

ICUK Sugiarto adalah salah satu talenta bulu tangkis terbaik Indonesia. Sebelum pensiun pada 1989, Icuk Sugiarto menjadi andalan Indonesia untuk mengukir prestasi di sektor tunggal putra.

Icuk Sugiarto lahir pada 4 Oktober 1962 di Surakarta, Jawa Tengah. Sejak kecil, Icuk Sugiarto sudah akrab dengan dunia bulu tangkis. Karena berbakat, Icuk Sugiarto pun menekuni olahraga tepok bulu.

Icuk Sugiarto (Instagram/@icuksug)

Keputusan itu tepat karena karier Icuk Sugiarto menanjak hingga namanya mulai jadi perbincangan hangat pada 1983. Bagaimana tidak, Icuk Sugiarto menjadi juara dunia pada waktu itu.

Icuk Sugiarto lolos ke final Kejuaraan Dunia 1983 untuk melawan seniornya, Liem Siew King, yang tengah naik daun pada saat itu. Perang saudara itu berjalan dengan sengit hingga memakan waktu 1 jam 33 menit untuk mendapatkan pemenangnya.

BACA JUGA: Cerita Unik Legenda Bulu Tangkis Indonesia Taufik Hidayat: Sempat Diejek karena Ikut PON

Icuk Sugiarto pun keluar sebagai pemenang setelah menaklukkan King dengan skor 15-8, 12-15, 17-16. Prestasi itu makin luar biasa karena Icuk Sugiarto baru berumur 20 tahun saat itu.

AFP pun menyebut final Kejuaraan Dunia 1983 sebagai pertarungan terbesar dalam bulu tangkis dunia. Klaim AFP membuktikan betapa sengitnya pertandingan Icuk Sugiarto dengan King yang berlangsung di Brondby Hallen, Denmark itu.

Usai jadi juara dunia, Icuk Sugiarto terus melebarkan sayapnya di dunia bulu tangkis dengan menjuarai berbagai turnamen bergengsi. Selain sukses di nomor individu, Icuk Sugiarto pun berjaya di nomor beregu. Dia mengantarkan Tim Indonesia juara Piala Thomas (1984), Asian Games (1982), Piala Sudirman (1989), dan SEA Games (1985 dan 1987).

Sukses dengan karier sebagai pebulu tangkis, Icuk Sugiarto pensiun pada 1989. Setelah pensiun, dia tidak bisa jauh dari dunia tepok bulu sehingga menjadi pelatih di PB Pelita Bakrie.

Icuk Sugiarto bersama keluarganya (Instagram/@icuksug)

Tangan dingin Icuk Sugiarto menelurkan legenda-legenda lainnya, seperti Candra Wijaya, Nova Widianto, Toni Gunawan, dan mendiang Markis Kido. Selain itu, Icuk Sugiarto juga sempat masuk dalam jajaran kepengurusan PBSI.

Sementara itu, darah bulu tangkis Icuk Sugiarto pun menurun ke dua anaknya, yaitu Tommy Sugiarto dan Jauza Fadhila Sugiarto. Untuk Tommy, namanya tentu sudah kerap Anda dengar di berbagai turnamen bulu tangkis dunia.

Icuk Sugiarto sudah gantung raket, tetapi dia tetap dekat dengan dunia bulu tangkis. Prestasi dan sepak terjang Icuk diharapkan bisa menginspirasi para pebulu tangkis muda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini