Leani Ratri Oktila Ungkap Kunci Sukses Rebut 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade Tokyo 2020

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Senin 06 September 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 40 2466602 leani-ratri-oktila-ungkap-kunci-sukses-rebut-2-emas-dan-1-perak-di-paralimpiade-tokyo-2020-JiOKaDO9Jo.jpg Leani Ratri Oktila meraih dua emas dan satu perak di Paralimpiade Tokyo 2020. (Foto/Reuters)

TOKYO – Atlet para bulu tangkis Indonesia, Leani Ratri Oktila, mampu merebut dua medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020. Selain itu, dia juga mempersembahkan medali perak untuk kontingen Garuda.

Nama Leani sendiri memang begitu fenomenal bagi para pecinta olahraga di Indonesia. Atlet yang akrab disapa Leani itu sukses mengumpulkan tiga medali dari tiga nomor berbeda yakni ganda putri SL3-SU5, ganda campuran SL3-SU5, dan tunggal putri SL4.

Foto/Antara

Pada nomor ganda putri SL3-SU5, Leani sukses membawa medali emas bersama Khalimatus Sadiyah. Lalu di ganda campuran SL3-SU5, ia berhasil merebut medali emas juga bersama Hary Susanto. Lalu pada tunggal putri, ia meraih medali perak.

Baca juga: Raih Dua Emas dan Satu Perak, Jokowi Kagum dengan Pencapaian Leani Ratri Oktila di Paralimpiade Tokyo 2020

Tak hanya soal medali, nama Leani dianggap perkasa karena mampu bermain di tiga nomor. Bahkan tak jarang satu hari, ia mampu bermain sebanyak tiga kali atau lebih. Pada konferensi pers virtual yang digelar NPC Indonesia, Leani pun tak sungkan membagikan resep rahasianya.

Baca juga: Leani Ratri Oktila, Atlet Para Badminton Kebanggaan Indonesia yang Sumbangkan Dua Medali Emas di Paralimpiade Tokyo 2020

Salah satunya menjaga pola makan. Selama berada di Jepang, Leani mengaku tidak makan nasi demi menjaga kestabilan fisik dengan jadwal pertandingan yang padat. Namun, ia pada akhirnya sempat memakan nasi di laga final ketika kondisi fisiknya sudah mulai menurun.

“Kalau selama latihan soal makan saya apa aja, yang penting makan banyak biar latihannya maksimal, tetapi ketika di Jepang saya baru menjaga pola makan, saya enggak pernah makan nasi, baru pas mau final saya baru makan nasi malamnya, karena saya rasa badan sudah mulai drop,” ucap Leani dalam konferensi pers virtual, Minggu (5/9/2021).

Sementara itu, tantangan besar lainnya adalah Leani harus bermain di nomor ganda dengan pasangan yang berbeda. Namun, pemain berusia 30 tahun itu merasa beruntung karena pasangannya di ganda putri yakni Khalimatus dan Hary di ganda campuran mampu memahaminya.

“Tantangannya turun di beberapa nomor menurut saya adalah kesulitan adaptasi dari single ke double (ganda putri) atau mix. Tapi beruntungnya di sini saya punya partner-partner yang memang mengerti saya. Jadi kayak mas Hari atau Khalimatus sendiri bisa mengerti saya di lapangan atau di luar lapangan,” lanjutnya.

Foto/Reuters

Lalu, cerita lainnya adalah tentang waktu istirahat yang ia gunakan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Leani mengaku sampai harus tidur di ruang pemanasan demi menjaga kondisi tubuhnya tetap bugar.

“Yang saya lakuin (selama jeda bertanding) ya saya tidur di ruangan warming up karena untuk balik ke village lagi butuh waktu 45 menit jadi nanti enggak keburu untuk pemanasan karena waktu bermainnya bisa beberapa jam lagi,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini