Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah Rebut Emas, Menpora Yakin Indonesia Tambah Medali di Paralimpiade Tokyo 2020

Antara, Jurnalis · Minggu 05 September 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 05 40 2466287 leani-ratri-oktila-khalimatus-sadiyah-rebut-emas-menpora-yakin-indonesia-tambah-medali-di-paralimpiade-tokyo-2020-OYO9IYl4d6.jpg Leani Ratri Oktila akan turun di nomor tunggal putri dan ganda campura para bulu tangkis Paralimpiade Tokyo 2020. (Foto/Paralympic)

JAKARTA - Ganda Putri Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah merebut medali emas, Sabtu (4/9/2021) di Paralimpiade Tokyo 2020. Atas hasil itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yakin kontingen Indonesia dapat menambah perolehan medali emas pada hari terakhir pelaksanaan Paralimpiade Tokyo 2020, Minggu (5/9/2021).

Indonesia berpeluang kembali merebut emas lewat Leani Ratri Oktila yang akan kembali bertanding di dua nomor. Dia bertanding pada nomor tunggal putri SL4 dan sektor ganda campuran SL3-SU5 bersama Hary Susanto.

Baca juga: Bikin Bangga! Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah Raih Emas Pertama untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

“Kami masih berharap (emas) karena ada yang masih bertanding besok yaitu dari cabang para-badminton di nomor ganda campuran dan tunggal putri,” kata Zainudin saat menyambut kepulangan tim Indonesia kloter kedua di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu malam.

Baca juga: Klasemen Sementara Paralimpiade Tokyo 2020, Sabtu 4 September hingga Pukul 19.00 WIB: Indonesia Naik ke Posisi 53

“Jadi ada peluang (emas), minimal perak sudah di tangan. Mudah-mudahan besok hasilnya bagus sehingga kita bisa menambah medali emas lagi dari dua nomor itu,” kata dia menambahkan.

Foto/Antara

Sebanyak empat atlet tiba di Tanah Air pada hari ini usai menuntaskan kompetisinya di Tokyo. Mereka adalah David Jacobs, Komet Akbar, Bolo Triyanto, dan Hanik Puji Astuti.

Sebelum kembali ke pelatnas di Solo, mereka akan menjalani karantina delapan hari sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait protokol kesehatan bagi pendatang dari luar negeri di era pandemi.

Meski ada beberapa atlet yang belum berhasil membawa pulang medali, Zainudin mengaku tetap bangga atas perjuangan tim Merah Putih di Tokyo. Sebab, menurutnya, untuk bisa lolos ke Paralimpiade bukan perjalanan yang mudah karena para atlet harus melewati babak kualifikasi yang panjang.

Ia berharap Indonesia dapat mengirim lebih banyak atletnya pada Paralimpiade Paris 2024, terutama setelah adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang bakal menjadi cetak biru pembinaan olahraga prestasi Tanah Air.

Foto/Kemenpora

Dia juga memastikan dalam DBON, yang akan dikenalkan oleh presiden pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September nanti, pemerintah tak akan membedakan fasilitasi antara cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.

“Pembinaan untuk atlet Paralimpiade sudah kami masukkan di dalam DBON. Jadi bukan hanya pembinaan untuk Olimpiade. Mudah-mudahan ini akan meningkatkan prestasi atlet baik Olimpiade maupun Paralimpaide,” pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini