Adriyanti Firdasari si Pebulu Tangkis Lincah Peraih Medali Emas SEA Games 2005, Begini Kehidupannya Sekarang

Cikal Bintang, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 43 2465533 adriyanti-firdasari-si-pebulu-tangkis-lincah-peraih-medali-emas-sea-games-2005-begini-kehidupannya-sekarang-GeR06G5XR5.JPG Adriyanti Firdasari kini menekuni dunia usaha setelah pensiun sebagai pebulu tangkis. (Foto/Instagram Adriyanti Firdasari)

JAKARTA Adriyanti Firdasari merupakan salah satu pebulu tangkis andalan Indonesia. Firda -sapaan akrab Adriyanti Firdasari- yang berhasil menyabet emas SEA Games Filipina pada 2005, kini menjadi wirausaha.

Pada SEA Games 2005, Firda berhasil mengalahkan wakil tunggal putri dari Malaysia, Wong Mew Choo dalam dua gim langsung. Firda berhasil mengandaskan perlawanan Wong dengan skor 11-8 dan 11-7. Setelah itu, nama perempuan kelahiran Jakarta itu langsung dikenal banyak orang.

Baca juga: Alan Budikusuma Peraih Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992, Begini Kehidupannya Sekarang

Firda merupakan pebulu tangkis tunggal putri yang dengan teknik bermain yang cepat dan bervariasi. Karena itu, meski kerap kurang beruntung dalam berbagai turnamen, nama Firda tetap disegani lawan karena cara bermainnya yang punya semangat juang tinggi.

Foto/PBSI

Pada 2004 merupakan awal mula karier Firda memperkuat Tim Nasional (Timnas) bulu tangkis Indonesia. Namun, sejumlah prestasi mentereng baru bisa disabet oleh perempuan kelahiran 1986 itu pada tahun-tahun berikutnya.

Firda yang masih berusia 18 tahun pada 2004 tercatat berhasil merengkuh tiga medali untuk Indonesia. Firda yang sudah menerapkan permainan tempo cepat dan teknik dropshot-nya sukses meraih medali perunggu Kejuaraan Junior Asia dan Kejuaraan Dunia Asia.

Baca juga: Bao Chunlai si Pebulu Tangkis Tampan Rival Taufik Hidayat, Begini Kondisinya Sekarang

Selain itu, pada tahun yang sama ia juga bertemu dengan rival senegaranya, Maria Kristin Yulianti di turnamen Malaysia Satelite. Saat itu, Firda yang lebih muda satu tahun dari Maria harus mengakui kekalahan dari seniornya dalam tiga gim (11-8, 2-11, dan 8-11).

Pada 2005, Firda berhasil menyabet medali emas SEA Games Filipina di nomor tunggal putri. Pada tahun yang sama, ia berhasil menyabet gelar juara Selandia Baru Terbuka setelah mengalahkan wakil Indonesia lainnya, Fransisca Ratnasari dalam dua gim (11-8 dan 11-5).

Selain itu, ia juga termasuk dalam pemegang gelar medali perak Piala Sudirman pada tahun yang sama di Beijing, Cina. Kala itu, ia memperkuat Timnas Indonesia bersama dengan beberapa nama seperti Liliyana Natsir dan Taufik Hidayat.

Pada tahun berikutnya, permainan cepat dan semangat juang yang tinggi kembali membawa Firda ke partai pamungkas. Tercatat, ia berhasil menjuarai turnamen Belanda Terbuka 2006 setelah membungkam perlawanan wakil Cina, Li Wenyan dengan skor 21-16 dan 21-19.

Foto/PBSI

Firda kembali berkesempatan mewakili Indonesia di SEA Games 2007 di Thailand. Saat itu ia kembali bertemu dengan Maria lagi dan kembali harus mengakui kehebatan seniornya yang lebih tua satu tahun itu.

Maria berhasil mengalahkan Firda dalam dua gim langsung (21-16 dan 21-15). Namun begitu, kedua atlet buu tangkis putri ini mendapatkan pujian dari publik Indonesia karena berada dalam satu partai pamungkas SEA Games 2007.

Namun, dalam tim perempuan yang dikirim ole Indonesia, Firda dan Maria sama-sama berhasil membawa pulang emas ke Tanah Air. Kala itu, tim perempuan Indonesia yang terdiri dari 10 pebulu tangkis handal berhasil mengandaskan perlawanan Singapura dengan skor 3-2 di partai pamungkas SEA Games 2007.

Pada tahun 2008 hingga 2014, Firda terus mencatatkan prestasi dan mengalami peningkatan meski kerap gagal di partai pamungkas. Tercatat, ia berhasil menyabet medali perak pada gelaran Piala Uber pada tahun 2008 bersama dengan tim Indonesia lainnya.

Tercatat, ia berhasil menjadi runner-up di Macau Terbuka (2010), runner-up di Malaysia Masters (2014), sebelum akhirnya berhasil menjadi juara di Indonesia Masters pada 2014 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Ruselli Hartawan.

Gantung Raket, Mulai Melatih dan Berbisnis

Firda yang saat itu sudah menginjak usia 28 tahun memutuskan untuk gantung raket dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI dan bergabung ke klub lamanya, yakni Jaya Raya. Di klubnya, Firda tercatat bermain selama dua tahun.

Setelah dua tahun bermain hingga 2016, Firda langsung ditunjuk sebagai pelatih oleh ketua harian Jaya Raya saat itu, Imelda Wigoena. Dari awal tahun 2016, Firda langsung melatih di Jaya Raya hingga saat ini.

Foto/Instagram

Namun, pandemi Covid-19 yang merebak pada tahun 2020 membuat klub Jaya Raya sepi latihan. Karena itu, Firda yang sebelumnya juga sudah mempunyai bisnis kecil-kecilan mengalihkan fokusnya ke dunia usaha.

Tercatat, ia pernah berbisnis hijab hingga tanaman untuk dijual secara daring. Namun begitu, karena pandemi Covid-19, Firda menghentikan sementara dan lebih berfokus pada bisnis tanamannya.

Nama Firda tentu saja bisa diingat sebagai salah satu pebulu tangkis ternama pada kurun waktu 2004-2014. Gaya bermainnya yang lincah dan kerap melakukan teknik dropshot membuat Firda disegani banyak lawannya.

Juara New Zealand Open 2005

Emas SEA Games 2005

Juara Dutch Open 2006

Perak SEA Games 2007

Runner up Macau Open 2010

Perak SEA Games 2011

Runner up Malaysia Masters 2014

Juara Indonesian Masters 2014

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini