Sosialisasi DBON dan Perubahan Paradigma Olahraga Indonesia, Kemenpora Kerja Sama dengan PWI

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 43 2464577 sosialisasi-dbon-dan-perubahan-paradigma-olahraga-indonesia-kemenpora-kerja-sama-dengan-pwi-8qmUuIFTMl.jpg Menpora Zainudin Amali optimistis DBON akan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di masa depan (Foto: Kemenpora)

JAKARTA – Webinar sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) pada Rabu (1/9/2021). Webinar itu adalah hasil kerja sama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Dalam acara tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Zainudin Amali, mengutarakan tentang tekad kuat untuk memajukan Olahraga Indonesia. DBON ini merupakan tindak lanjut nyata dari Menpora Zainudin Amali dalam menjawab arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam perayaan Haornas 2020 lalu.

Menpora Zainudin Amali (Foto: Kemenpora)

Pesan pentingnya ialah harus dilakukan perombakan total terhadap ekosistem olahraga Indonesia. Gerak cepat dilakukan Menpora Zainudin Amali yang menggandeng akademisi, praktisi olahraga, sampai dengan stakeholder olahraga untuk menjalankan arahan Presiden. Hasilnya, dalam hitungan bulan, DBON sudah disiapkan dan tinggal dituangkan dalam aturan yang berbentuk Peraturan Presiden (Perpres).

"Mudah-mudahan Perpres-nya segera ditandatangani. Kami berharap, Presiden RI Joko Widodo bisa meng-kick off DBON ini pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September nanti," ucap Menpora Amali dalam webinar, Rabu (1/9/2021).

DBON menjadi fondasi untuk melakukan sinergi dari Kemenpora dengan kementerian lainnya sesuai tugas pokok dan fungsinya sehingga pelaksanaan DBON bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, DBON juga mengatur sinergi antara daerah dan pusat karena eksositem itu selama ini belum berjalan maksimal.

BACA JUGA: Paskibraka Lakukan Vaksinasi, Kemenpora: Bisa Jadi Teladan Untuk Masyarakat

"DBON ini menjadi pondasi olahraga Indonesia yang dilakukan sinergis dari daerah sampai pusat, dari lembaga yang satu dengan yang lain dan dari cabor satu dengan cabor lainnya, untuk meraih prestasi ke depan yang by design, bukan by accident," sambungnya.

DBON sendiri adalah peta jalan olahraga Indonesia yang selama ini memang belum pernah dibuat. Di dalamnya, tercantum fondasi untuk membangun olahraga Indonesia mulai dari pembinaan sampai dengan target tinggi meraih prestasi di Olimpiade.

Paradigma Indonesia di DBON ini sudah jauh ke depan, bukan hanya mengejar prestasi di level SEA Games ataupubn Asian Games, tetapi sudah berorientasi Olimpiade. Dengan begitu, ajang-ajang regional itu hanya menjadi sasaran antara.

Di dalam DBON, pemerintah menegaskan ada 14 cabor (cabang olahraga) prioritas yang ditargetkan untuk bisa meraih medali di level Olimpiade. Untuk itu, dibuatlah kerangka pembinaannya mengacu kepada DBON. Mulai dari tahapan merekrut atlet, pelatihan, sampai mereka jadi dan siap tempur di gelanggang olahraga.

Menpora Zainudin Amali (Foto: Kemenpora)

Menpora Zainudinn Amali memastikan, bahwa DBON ini menjadi fondasi olahraga Indonesia. Karena sistem mulai dibangun, diperlukan waktu yang tak sebentar untuk mewujudkan cita-cita di dalam DBON tersebut. Menteri asal Partai Golkar ini menegaskan siap untuk tidak populer, tetapi ke depan olahraga Indonesia bisa meraih prestasi tinggi di Indonesia.

"Dalam melakukan perubahan paradigma olahraga ini, saya tak pernah pikir berpretasi waktu dekat dengan spektakuler. Saya berusaha membuat fondasi yang kuat, yang sekarnag dibangun dengan DBON ini, biarlah penerus saya yang menikmati hasil dari DBON ini," tutur pria yang menjabat Ketua Komisi II DPR RI tersebut.

"Karena itu, perlu diinformasikan ke public, bahwa ada perubahan paradigma olahraga Indonesia untuk menjalankan DBON ini. Targetnya Olimpiade, dengan pabriknya ini DBON, sehingga talenta bisa dicetak dengan berjenjang dan tertata rapi," Imbuh Menpora Amali.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari menegaskan, bahwa pihaknya sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian dari sosialisasi DBON ini. Menurut Atal, diperlukan penyadaran kepada masyarakat, bahwa meraih prestasi olahraga itu tidak bisa instan. Harus disiapkan instrumennya mulai dari bawah, dengan fondasi yang kukuh, maka ke depan prestasi akan datang dengan sendirinya

Tugas wartawanlah untuk memberikan pemahaman tersebut kepada masyarakat. Mensosialisasikan terus-menerus dalam bentuk pemberitaan di media masing-masing sehingga masyarakat dan pencinta olahraga paham, bahwa Indonesia sedang memulai membangun fondasi olahraganya. Tentu saja, itu tak bisa terwujud dalam empat atau lima tahun, tetapi minimal sepuluh tahun.

"Saya turut senang, karena menurut saya, DBON ini kado paling besar untuk olahraga Indonesia. Saya tak menyangka, karena pabriknya ini akhirnya bisa dibuat setelah sekian lama. Kami optimistis prestasi besar ke depan bisa diraih jika ini dijalankan dengan konsisten," tutur Atal.

Selanjutnya, PWI siap bekerja sama dengan Kemenpora untuk terus mensosialisasikan DBON ini hingga ke daerah-daerah. Dengan ribuan wartawan yang menjadi anggota, pers menjadi garda terdepan untuk menyuarakan perubahan paradigma olahraga Indonesia melalui DBON ini. Semoga DBON bisa membuat olahraga Indonesia makin berprestasi di masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini