Awas! IOC Larang Sebar Luaskan Video Olimpiade Tokyo 2020 di Medsos

Antara, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 43 2451538 awas-ioc-larang-sebar-luaskan-video-olimpiade-tokyo-2020-di-medsos-A14hE5mHW4.jpg Pelari Elaine Thompson-Herah diblokir instagram karena menyebarluaskan video kemenanganya di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Reuters)

TOKYO - Komite Olimpiade Internasional (IOC) melarang siapa pun, termasuk atlet, untuk menyebarluaskan video Olimpiade Tokyo 2020 ke media sosial (medsos). Pelarangan ini diterapkan untuk melindungi pemilik hak siar Olimpiade Tokyo 2020.

Pelari Jamaika, Elaine Thompson-Herah, diblokir sejenak oleh Instagram kemarin setelah mengunggah video kemenangannya dalam nomor 100 dan 200 meter kepada 310 ribu pengikutnya. Tindakan Elaine dianggap melanggar hak siar Olimpiade Tokyo 2020. Juru bicara facebook mengatakan selain konten dari instagram itu telah dihapus, penangguhan itu salah.

Akun Elaine Thompson-Herah diblokir sejenak oleh instagram (Foto: Reuters)

BACA JUGA: Luar Biasa! Atlet China 14 Tahun Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020

"Kami mendorong orang, kami menganjurkan semua orang, untuk berbagi foto still, tetapi video itu jelas milik pemegang hak siar," kata juru bicara IOC Mark Adams, seperti dikutip Reuters, Kamis (5/8/2021).

IOC akan mendapatkan lebih dari 4 miliar USD dari hak siar untuk periode yang termasuk Olimpiade musim dingin Pyeongchang 2018 dan Olimpiade Tokyo. Uang itu sebagian besar akan kembali untuk penyelenggaraan olimpiade.

Mayoritas dari uang itu berasal dari stasiun televisi AS NBCUniversal yang telah membayarkan 7,65 miliar USD untuk memperpanjang hak siar Olimpiade hingga 2032 di AS.

Adams mengatakan 90 persen dari pendapatan lembaga penyiaran yang diperoleh IOC itu disalurkan kembali. "Uang itu masuk IOC. Kami harus melindungi hak-hak mereka dan oleh karena itu, pendapatan yang bisa kami salurkan kembali kepada atlet dan olahraga."

Akun Elaine Thompson-Herah diblokir sejenak oleh instagram (Foto: Reuters)

Media sosial semakin menjadi cara utama bagi penonton untuk dapat terlibat dengan olimpiade. Tahun ini, atlet-atlet mengunggah video viral TikTok dari balik layar, termasuk melompat di tempat tidur kardus mereka yang banyak dibahas guna membantah tudingan tempat tidur itu tak cukup kuat untuk menahan aktivitas berat dan oleh karena itu "anti-seks".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini