Meski Jadi Wasit Final Tunggal Putri Olimpiade Tokyo 2020, Guru Tetap Pekerjaan Utama Wahyana

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 43 2451326 meski-jadi-wasit-final-tunggal-putri-olimpiade-tokyo-2020-guru-tetap-pekerjaan-utama-wahyana-3zXWx43n6M.jpg Wahyana mewasiti final tunggal putri Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Istimewa)

TOKYO Wahyana menjadi buah bibir di Indonesia karena sepak terjangnya di Olimpiade Tokyo 2020. Wahyana, seorang guru SMP di Gunung Kidul, Yogyakarta, mewasiti final cabang olahraga (cabor) bulu tangkis nomor tunggal putri Olimpiade Tokyo 2020.

Wahyana, yang merupakan warga negara Indonesia, memimpin partai final antara wakil  China, Chen Yufei, melawan Tai Tzu Ying dari Taiwan di Musashino Forest Sport Plaza, Minggu 1 Agustus 2021.

Wahyana sebenarnya bukanlah orang baru di dunia perwasitan bulu tangkis dunia. Hanya saja, banyak masyarkat Indonesia tahu Wahyana ketika namanya terpampang jelas menjadi wasit di final Olimpiade Tokyo 2020.

Wahyana jadi wasit di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Dokumentasi pribadi Wahyana)

Jika membahas Wahyana sebagai wasit, ia sudah memulai kariernya sejak 2008. Ia pun baru dipercaya memimpin partai-partai internasional pada 2006 silam. Lalu, ia  mendapatkan lisensi wasit BWF pada 2012.

Lisensi wasit dari BWF itu membuat Wahyana mendapatkan kesempatan untuk tampil  di Olimpiade Tokyo 2020 sebagai wasit. Ia pun merasa sangat senang karena dapat berkontribusi di ajang multiolahraga terbesar di dunia itu.

BACA JUGA: Raih 5 Medali Olimpiade Tokyo 2020, Penegasan Dominasi Indonesia atas Malaysia di Olimpiade

“Jelas sangat bangga sekali ya. Sebab, Olimpiade itu merupakan kejuaraan olahraga multievent terbesar dan tertinggi di dunia dan semua wasit itu tentunya punya keinginan dan harapan untuk tampil di Olimpiade,” terang Wahyana, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (4/8/2021).

Wahyana pun menegaskan, bahwa wasit bukanlah pekerjaan utamanya. Sebab, seperti yang diketahui, profesi sebagai wasit bulu tangkis tak dilakukannya setiap minggu.

Pekerjaan utama Wahyana adalah guru. Ia merupakan guru olahraga di SMP Negeri 4 Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Saat tak ada turnamen bulu tangkis, Wahyana menjadi guru di SMP Negeri 4 Patuk. Wasit hanya pekerjaan sampingan bagi Wahyana, tetapi itu membuatnya dapat pergi ke berbagai negara.

Wahyana jadi wasit di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Istimewa)

“Menjadi wasit bulu tangkis bukanlah sebuah pekerjaan (utama) karena tidak setiap minggu ada pertandingan. Keseharian saya sebagai guru. Saya adalah guru olahraga di SMP 4 Patuk, Gunungkidul,” sambung Wahyana.

Wahyana kini sudah berusia 53 tahun dan merupakan warga Sidomulyo, Kapenewon Godean, Sleman. Berkat kehebatannya dalam memimpin sebuah laga bulu tangkis, ia pun kini dipercaya untuk memegang jabatan di PBSI sebagai Sub Bidang Perwasitan pada musim 2020-2024.

Jadi, selain para atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, Merah Putih punya satu perwakilan lagi, yaitu Wahyana. Dia menunjukkan, bahwa orang Indonesia punya kapasitas untuk menjadi wasit di ajang bergengsi, seperti Olimpiade Tokyo 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini