Mijain Lopez Nunez, Kisah si Raja Gulat Mengukir Sejarah Besar di Tokyo 2020

Antara, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 43 2450448 mijain-lopez-nunez-kisah-si-raja-gulat-mengukir-sejarah-besar-di-tokyo-2020-BCMvfu6lQN.jpg Mijain Lopez Nunez meraih empat medali emas dari emapt beralaga di Olimpiade. (Foto/Reuters)

Hasrat besar

"Saya sudah lama sekali berkarir, bekerja keras mewujudkan semua tujuan dan memecahkan rekor ini. Bagi saya, mampu memecahkan rekor ini adalah prestasi terbesar karena saya melawan yang terbaik dan saya bisa bangga," sambung dia.

Segera setelah momen bersejarah itu, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel meneleponnya. "Beliau menelepon saya untuk menyelamati saya atas pencapaian ini. Saya merasa tersanjung telah bertarung demi negara saya," kata dia.

Foto/Reuters

Sebelum final Tokyo 2020 itu Raksasa dari Herradura itu melalui tiga pertarungan. Pertama, menyingkirkan pegulat Rumania Alin Alexuc Ciurariu 9-0, kemudian pegulat Amin Mirzazadeh 8-0.

Juara dunia lima kali dan juara bertahan Pan-Amerika itu lalu menghentikan lawan terberat selama bertahun-tahun, Riza Kayaalp dari Turki, dalam semifinal. Kayaalp sang juara dunia adalah salah satu dari sedikit pegulat yang mampu mengalahkan dia, pada kejuaraan dunia 2015.

Namun atlet Kuba yang menjatuhkan pegulat berusia 31 tahun tersebut dalam semifinal London 2012 dan final Rio 2016 itu juga memenangkan semifinal Tokyo 2020 itu dengan skor 2-0.

Dalam konferensi pers sesudah laga, sang juara Olimpiade empat kali tak mengungkapkan rencana pensiun. Tapi kalaupun melakukannya, warisan dia akan abadi. Dia tetap mengenakan mahkota itu selama tiga tahun ke depan, sampai Olimpiade Paris 2024.

Medali perunggu kelas ini digondol Kaylaap dan pegulat Rusia Sergei Semenov.

Di Herradura di Kuba barat, kampung halaman Lopez Nunez, tak seorang pun yang meragukan kekuatan otot lelaki bertinggi badan dua meter itu dalam berjaya di Tokyo guna merebut emas Olimpiade keempatnya.

“Penduduk Herradura, rakyat Kuba, mesti tahu medali ini akan pulang ke sini,” kata ayahnya, Timoteo Bartolo López, kepada AFP, di kota itu yang berjarak 114 km dari Havana.

Lima tahun lalu di Rio, Lopez Nunez masuk klub berisikan enam gladiator yang tiga kali memenangkan emas Olimpiade dalam kurun 100 tahun yang di dalamnya termasuk legenda gulat Rusia Alexander Karelin. Kini dia meninggalkan klub itu karena sudah naik sudah tidak lagi juara tiga kali Olimpiade, melainkan empat kali.

Di halaman rumahnya yang tak berdinding dan beratapkan daun palem di mana keluarganya selalu merayakan kemenangan yang diraih "El Purro" (bocah perkasa), julukan dia, ibundanya Leonor Nunez bilang “Mijain memiliki hasrat demikian besar dalam merengkuh medali emas itu seperti yang pertama dia lakukan di Beijing 2008.”

“Saya sama sekali tak ragu karena ada kekuatan di balik hasratnya, dan saya lihat dari kekuatan itu, ada pikiran dan hasrat positif,” kata ibu berusia 62 tahun itu.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini