Gagal ke Semifinal Olimpiade Tokyo 2020, Lalu Muhammad Zohri Ungkap Penyebabnya

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 31 Juli 2021 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 31 43 2449020 gagal-ke-semifinal-olimpiade-tokyo-2020-lalu-muhammad-zohri-ungkap-penyebabnya-BgIjA94G50.jpg Lalu Muhammad Zohri turun di nomor 100 meter putra Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/NOC Indonesia)

TOKYO - Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, gagal melaju ke semifinal 100 m putra cabang olahraga atletik Olimpiade Tokyo 2020. Pelari berusia 21 tahun itu mengungkapkan sejumlah penyebab, salah satunya masalah mental.

Zohri yang baru pertaa kali tampil di Olipiade, turun di heat empat. Dia harus puas finish di urutan kelima usai membukukan cafatan waktu 10,26 detik.

Foto/NOC

Pelari Afrika Selatan Gift Leotlela tercepat dengan catatan waktu 10,04 detik, disusul pelari China Bingtian Su (10,05 detik), Jason Rogers dari Federasi Saint Christopher&Navis (10,21 detik) yang akhirnya melaju ke semifinal dari heat empat.

Baca juga: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Berpotensi Dulang Medali Emas, Pelatih Eng Hian Minta Doa Masyarakat Indonesia

Kepada Tim Media NOC Indonesia, Zohri mengaku belum puas dengan penampilannya di Tokyo. Meski demikian, lelaki yang menjadi kampiun di nomor 100m putra Kejuaraan Dunia U-20 2018 Finlandia ini mengaku masih memiliki ambisi tinggi, berlari untuk menembus catatan waktu di bawah 10 detik.

Baca juga: Dikalahkan Ganda Malaysia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Gagal Sumbang Medali bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

“Ini pelajaran untuk saya. Semoga ke depan saya bisa lebih semangat lagi. Saya bersyukur bisa mewakili Indonesia di Olimpiade. Saya berterima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia. semoga ke depan saya bisa tampil lebih baik dan memberi prestasi bagi Indonesia,” kata Zohri usai perlombaan.

“Saya sendiri merasa belum maksimal, mungkin karena (faktor) mental juga dan ada sedikit masalah starting blok,” lanjut dia.

Dalam sesi uji coba lapangan, Zohri sebelumnya mengaku masih membutuhkan adaptasi startingblock di Olympic Stadium. Sebab, startingblock yang biasa dipakai saat latihan di Jakarta berbeda dengan yang digunakan di Olimpiade.

“Sebenarnya persiapan kurang karena (pelatih AS) Harry Marra juga baru datang kurang dari sebulan. Jadi hanya bisa memperbaiki teknik start saya sedikit,” kata Zohri.

Foto/Reuters

Anak latih Eni Nurani ini mengatakan menimba pelajaran berharga di Olimpiade. Apalagi, ia dapat berlari di satu trek dengan mega bintang Leotlela dan Su. Zohri sebenarnya ditargetkan mencapai peak performance-nya di Olimpiade 2024 Paris.

“Tentu saya bersyukur bisa lari bersama dengan mereka. Semoga ke depan saya bisa menyaingi dan mengalahkan mereka,” ujar Zohri.

“Untuk sekarang start harus diperbaiki. Yang perlu dievaluasi mungkin soal start, akselerasi dan pertahankan kecepatan. Semoga saya bisa masuk kualifikasi dan berprestasi di Paris,” pungkas sprinter asal Lombok itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini