Meski Raih 2 Medali Emas, Pemanah Korea Selatan Diejek karena Berambut Pendek

Antara, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 43 2448155 meski-raih-2-medali-emas-pemanah-korea-selatan-diejek-karena-berambut-pendek-jAe16Iwgnv.jpg An San beraksi di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/Reuters)

TOKYO - An San, pemanah Korea Selatan meraih dua medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Namun, pencapaiannya itu tetap mendapat penghinaan oleh laki-laki di media sosial, hanya karena dia berambut pendek.

Komentar itu di menyebutkan bahwa pilihan gaya rambut An San menunjukkan bahwa dia adalah seorang feminis, beberapa dari mereka menuntut An San meminta maaf dan bahkan meminta dia mengembalikan medali Olimpiadenya, seperti dilaporkan AFP.

Foto/Reuters

Meskipun Korea Selatan adalah negara dengan perekonomian terbesar ke-12 di dunia dan memiliki kekuatan teknologi terkemuka, negara tersebut dalam masyarakatnya masih menjadikan laki-laki dominan dengan catatan buruk tentang hak-hak perempuan.

Baca juga: Usai Kalahkan China, Greysia/Apriyani Langsung Fokus Tatap Semifinal Olimpiade Tokyo 2020

Pecahnya misogini daring muncul ketika reaksi anti-feminisme tumbuh di negara itu. Salah satu perusahaan yang dituduh mendukung "feminisme ekstrem" menghadapi boikot dari laki-laki, dan akhirnya mengeluarkan permintaan maaf publik.

Baca juga: Anthony Ginting Raih Tiket Perempatfinal Usai Jinakkan Atlet Tuan Rumah Jepang di Olimpiade Tokyo 2020

An (20) telah memenangi dua medali emas panahan di nomor beregu putri dan beregu campuran. Dia mencetak skor 680 untuk kualifikasi tunggal putri di Olimpiade Tokyo, memecahkan rekor Olimpiade yang telah ada sejak 1996.

Banyak perempuan Korea Selatan, termasuk tokoh terkenal, mengecam komentar tersebut.

"Bahkan jika Anda memenangkan medali emas Olimpiade dengan keterampilan dan kemampuan Anda sendiri, selama seksisme masih ada di masyarakat kita, Anda akan dihina dan diminta untuk dicabut medalinya hanya karena Anda berambut pendek," cuit Jang Hye-yeong, seorang anggota parlemen perempuan.

"Kami menghadapi hari yang aneh di mana panahan Korea sekarang menjadi yang terbaik di dunia, tetapi martabat nasional terlempar ke tanah karena seksisme."

Setidaknya 6.000 foto perempuan dengan rambut pendek diunggah di platform media sosial untuk menunjukkan dukungan kepada An.

Di antara perempuan yang mengunggah foto tersebut adalah aktris Koo Hye-sun dan anggota parlemen Ryu Ho-jeong -- anggota parlemen termuda di Korea Selatan, yang pernah dikritik karena mengenakan gaun ke parlemen.

Situs web Asosiasi Panahan Korea dibanjiri oleh setidaknya 1.500 pesan yang mendukung An.

Pesan kemarahan tersebut justru memicu badai lebih lanjut. Mereka menuduh An menggunakan ekspresi dengan nada anti-laki-laki.

"Kami tidak melatih dan memberi makan Anda dengan uang pajak sehingga Anda dapat melakukan tindakan feminis," tulis salah seorang laki-laki di akun Instagram An.

Perempuan muda Korea Selatan beberapa tahun terakhir berjuang dengan berbagai isu, salah satunya menuntut untuk penindakan tegas terhadap video spycam yang diam-diam difilmkan di tempat umum, yang berujung demonstrasi tentang hak-hak perempuan terbesar dalam sejarah Korea Selatan.

Ada juga protes terhadap standar kecantikan yang ketat di negara itu -- dengan para pegiat berbagi video viral tentang diri mereka sendiri yang memotong pendek rambut dan menghancurkan produk make-up mereka.

Foto/Reuters

Namun, hal itu juga memicu reaksi keras di negara tersebut, dan feminisme sering dibingkai sebagai egois dan anti-laki-laki.

"Sangat menyedihkan melihat perempuan, termasuk juara Olimpiade, ditekan untuk menjelaskan dan bahkan meminta maaf tentang pilihan dan tubuh mereka sendiri, padahal itu seharusnya bukan urusan siapa pun," kata aktivis hak-hak perempuan Kwon Soo-hyun, dikutip dari AFP.

"Insiden ini sekali lagi menunjukkan skala seksisme dalam masyarakat kita."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini