Jadi Atlet Transgender Pertama di Olimpiade, Laurel Hubbard Timbulkan Pro-Kontra

Sri Lestari Rahayuningtyas, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 00:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 43 2444618 jadi-atlet-transgender-pertama-di-olimpiade-laurel-hubbard-timbulkan-pro-kontra-ZmweVT7Tkt.jpg Laurel Hubbard (Foto: Reuters)

TOKYO – Sebuah sejarah bakal tersaji di Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya dalam pesta olahraga terakbar tersebut, bakal hadir atlet transgender pertama yang ambil bagian. Adalah Laurel Hubbard yang akan jadi atlet transfergender pertama dalam sejarah Olimpiade.

Atlet angkat besi asal Selandia Baru sendiri memutuskan untuk menjadi seorang wanita pada 2012. Akan tetapi, keputusan Laurel mengubah jenis kelaminnya pun mendapatkan beragam tanggapan dari berbagai pihak.

Olimpiade Tokyo 2020

Bahkan, sejumlah mantan atlet seperti Caitlyn Jenner, Martina Navratilova dan Sharron Davies, angkat suara. Mereka menentang regulasi Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mengizinkan Laurel tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

Meski saat ini Hubbard akan tampil sebagai wanita, seorang peneliti, Universitas Loughborough, Joanna Harper mengatakan keunggulan fisik tentunya akan berbeda dengan lifter wanita lainnya. Secara umum, wanita transgender lebih tinggi, lebih besar dan lebih kuat, bahkan setelah terapi hormon daripada wanita cisgender (yang identitas gendernya cocok dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir).

Baca Juga: 5 Rekor yang Mampu Diciptakan Indonesia di Olimpiade, Nomor 2 Paling Berkesan

"Itu semua adalah keuntungan dalam banyak olahraga, termasuk angkat besi," kata Harper kepada Sky News, Jumat (23/7/2020).

"Apakah keuntungan itu tidak adil adalah pertanyaan yang sama sekali berbeda. Sangat penting untuk membuat perbedaan itu. Kami mengizinkan keuntungan dalam olahraga. Yang tidak kami izinkan adalah keuntungan yang luar biasa."

"Misalnya, kami membiarkan pemain tenis kidal bermain dengan pemain tenis tangan kanan, meskipun pemain tenis kidal memiliki kelebihan. Tapi kami tidak membiarkan petinju kelas berat masuk ring dengan petinju kelas terbang. Memang benar bahwa Laurel Hubbard tidak memiliki keuntungan besar melawan wanita yang akan dia hadapi."

Hubbard, yang akan bertanding di Olimpiade pada 2 Agustus nanti adalah atlet angkat besi tertua yang lolos ke Olimpiade 2020. Ia Lahir di Auckland pada 9 Februari 1978. Ayahnya, Dick mendirikan perusahaan makanan yang menjadi merek terkenal di Selandia Baru, Hubbard Foods, dan menjadi walikota Auckland antara 2004 dan 2007.

Sebelum beralih ke wanita, Hubbard sempat tampil di sebagai pria dan mencetak rekor nasional junior pada 1998, dengan angkatan 300kg. Ia mengungkapkan bahwa dia mengambil olahraga "pria tipikal" dalam upaya untuk merasa lebih maskulin.

Olimpiade Tokyo 2020

"Saya pikir mungkin jika saya mencoba sesuatu yang sangat maskulin, mungkin saya akan menjadi seperti itu," kata Hubbard dalam sebuah wawancara.

Baca Juga: KBRI Tokyo Siap Bantu Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

"Sayangnya, bukan itu masalahnya. Saya merasa sedih dalam arti bahwa mungkin itu akan membuat beberapa periode yang lebih gelap dalam hidup saya sedikit lebih mudah diatur,” tutup Hubbard.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini