Opening Ceremony Olimpiade Tokyo 2020 Disebut Jauh dari Kata Megah

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 01:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 43 2444063 opening-ceremony-olimpiade-tokyo-2020-disebut-jauh-dari-kata-megah-XsdIcc7uCd.jpg Penampakan medali di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Reuters)

TOKYO – Opening ceremony atau upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 disebut-sebut bakal jauh dari kata megah. Pasalnya, upacara pembukaan nanti dipastikan tidak akan menampilkan sederet pertunjukan fantastis yang biasa tersaji dalam pembukaan event olahraga bergengsi, termasuk Olimpiade.

Kabarnya, upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 tidak akan menampilkan pertunjukan seni koreografi massal, permainan cahaya lampu, dan jauh dari kemegahan. Upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 sendiri rencananya akan diselenggarakan pada Jumat 23 Juli 2021. Opening ceremony ini akan digelar di Stadion Nasional, Jepang, mulai pukul 18.00 WIB.

Olimpiade Tokyo 2020

Penasihat senior produser eksekutif upacara pembukaan Olimpiade Tokyo, Marco Balich, mengatakan bahwa upacara pembukaan kali ini akan sedikit menakutkan. Sebagai informasi tambahan, Balich pernah menjabat sebagai produser eksekutif upacara pembukaan Olimpiade Rio 2016.

"Ini akan menjadi upacara yang jauh lebih serius. Namun, tetap menampilkan estetika Jepang yang indah. Sangat (bernuansa) Jepang, tetapi juga selaras dengan kondisi hari ini," kata Balich, dilansir dari Reuters, Kamis (22/7/2021).

BACA JUGA: Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Tim Angkat Besi Indonesia Matangkan Strategi

"Tim kami di Jepang harus berjuang untuk mempromosikan keindahan Jepang dan menggabungkan ketakutan dan kekhawatiran terkait dengan Olimpiade dan infeksi dan penyakit,” sambungnya.

BACA JUGA: Kalah di Pembuka Olimpiade Tokyo 2020, Rekor 44 Laga Tak Terkalahkan Timnas Sepakbola Putri AS Patah

Seperti diketahui, Olimpiade ini seharusnya berlangsung pada tahun lalu, namun harus ditunda karena pandemi Covid-19. Lalu, pada pertandingan di Olimpiade nanti, tidak aka nada kehadiran penonton di setiap arena pertandingan.

Ada kekhawatiran di kalangan masyarakat Jepang terkait protokol kesehatan yang akan dijalani selama Olimpiade Tokyo 2020. Mereka khawatir penyelenggaraan Olimpiade justru akan menimbulkan klaster baru dalam penyebaran Covid-19.

Pandangan ini muncul lantaran kasus posittif Covid-19 di Jepang sendiri sedang mengalami kenaikan yang drastis. Sejauh ini, sudah ada 67 kasus positif Covid-19 di Jepang.

Lonjakan ini terjadi ketika para atlet dari berbagai negara mendarat di Jepang untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020. Pemerintah Jepang bulan ini memutuskan bahwa peserta akan bersaing di tempat kosong untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19.

Olimpiade Tokyo 2020

Meski demikian, Balich berjanji akan memberikan yang terbaik agar pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 berjalan dengan lancar dan tidak mudah dilupakan. Dia berharap upacara pembukaan ini akan menjadi satu-satunya dalam sejarah.

"Ini akan sangat berarti, jauh dari kemegahan dari upacara pembukaan sebelumnya. Ini akan menjadi upacara yang tidak akan terlupakan dan upaya yang indah. Upacara yang sangat jujur, tidak ada yang palsu,” ucap Balich.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat sesuatu di Olimpiade yang unik ini dan mudah-mudahan menjadi satu-satunya (dalam sejarah),” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini