Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Ini Pesan Nova Widianto untuk Praveen/Melati

Rio Erfandi, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 03:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 40 2444624 jelang-olimpiade-tokyo-2020-ini-pesan-nova-widianto-untuk-praveen-melati-RPK34l8gAE.jpg Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Foto: PBSI)

TOKYO – Pelatih ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Nova Widianto, memberikan pesan khusus kepada Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti jelang tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Nova pun meminta agar Praveen/Melati untuk bisa meningkatkan kekuatan mentalnya.

Sebagaimana diketahui, Praveen/Melati memang bakal menjadi andalan tim bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020. Bahkan Praveen/Melati diyakini mampu melewati pertandingan perdana mereka dengan lancar, lantaran mendapatkan lawan yang mudah.

Pada laga pertama Grup C Praveen/Melati akan menghadapi wakil dari Australia, Simon Wing Hang Leung/Gronya Somerville. Pertandingan itu akan berlangsung di Musashino Forest Sports Plaza pada Sabtu (24/7/2021) pagi WIB.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Jelang laga, Nova mengatakan pasangan peringkat empat dunia itu kondisinya sudah sangat siap. Namun, yang perlu diwaspadai adalah soal ketenangan karena di Olimpiade apa pun bisa terjadi.

"Kondisi Praveeb/Melati sejauh ini sudah sangat bagus. Latihannya sudah banyak ke teknik, latihan fisiknya sudah dikurangi. Di dua hari terakhir ini tinggal menyiapkan dan menguatkan mental saja. Yang terpenting sekarang mentalnya harus siap," tutur Nova, dalam keterangan pers resmi PBSI, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: KBRI Tokyo Siap Bantu Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

"Karena Olimpiade selama ini kalau saya lihat kadang-kadang orang yang ada di peak performancenya belum tentu secara mental. Kalau saya flashback, Owi/Butet itu performa terbaiknya di 2012 tapi emasnya di 2016. Kenapa? Karena mereka secara permainan 2012 itu sudah bagus tapi secara mental belum siap," lanjutnya.

Nova mengatakan bahwa masa persiapan di Tokyo sangatlah berbeda dengan saat pemusatan latihan di Kumamoto karena terbatasnya waktu yang diberikan panitia. Hal itu bukanlah menjadi masalah, asalkan semua pemain sudah siap.

"Memang tidak seperti di Kumamoto ya, di sini waktunya dibatasi baik di practice court ataupun di main hall, jadi kami harus pintar-pintar mengatur program. Sparring juga hanya ada Fajar/Rian, jadi saling bergantian," ujar Nova.

"Tapi semua negara juga mengalami hal yang sama. Jadi tidak ada alasan buat kami untuk tidak memaksimalkan jadwal latihan yang ada. Beruntungnya sejak hari pertama latihan di main hall, kami tim Indonesia sudah berkesempatan menjajal tiga lapangan pertandingan. Ini bagus untuk adaptasi. Kendala yang signifikan tidak ada, hanya memang agak silau lampunya," jelas Nova.

Lebih lanjut, Nova menilai pertandingan pertama Praveen/Melati yang mempertemukan mereka dengan Leung/Somerville harus memberi keuntungan. Sebab, pada laga-laga berikutnya mereka akan bertemu lawan yang lebih tangguh.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

"Asal tidak lengah, mereka bisa memanfaatkan (pertandingan) ini sebagai langkah awal untuk masuk ke suasana pertandingan sebelum bertemu lawan yang sepadan," imbuhnya.

Baca Juga: Sejarah Keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, dari Hanya Kirim 3 Atlet Sampai Sabet 32 Medali

Selain Simon Wing Hang Leung/Gronya Somerville, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga akan bersaing dengan jagoan tuan rumah, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, dan pasangan yang diprediksi menjadi kuda hitam di Grup C, Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini