Berpotensi Saingan dengan Djokovic di Olimpiade Tokyo 2020, Murray Tak Gentar

Rio Erfandi, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 01:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 40 2444622 berpotensi-saingan-dengan-djokovic-di-olimpiade-tokyo-2020-murray-tak-gentar-4XDIuPm5uP.jpg Andy Murray (Foto: Reuters)

TOKYO – Mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray, sangat senang mendapatkan kesempatan bermain di Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya petenis 34 tahun baru saja bugar usai cedera pinggangnya yang memakan waktu setahun.

Andy bisa saja mempertahakan medali emas untuk ketiga kalinya di nomor tunggal putra seperti sebelumnyanya ia dapatkan di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio pada tahun 2016. Sementara itu petenis lain yang dikabarkan mundur, yaitu Novak Djokovic akhirnya memutuskan untuk tetap lanjut terbang ke Olimpiade Tokyo 2020.

Petenis asal Serbia itu berambisi mendapatkan medali emas Olimpiade. Sebelumnnya ia sudah meraih gelar Australia terbuka, Prancis terbuka dan yang terakhir Wimbledon.

Andy Murray

Persaingan ini diyakini akan menjadi tensi yang panas bagi kedua petenis tersebut. Bagaimana tidak keduanya ingin mengukir rekor baru yang belum pernah dicapai atlet tenis lainnya.

Baca Juga: 5 Rekor yang Mampu Diciptakan Indonesia di Olimpiade, Nomor 2 Paling Berkesan

Murray mengincar emas ketiganya, beda halnya dengan Djokovic Ingin mencatatkan rekor Golden Slam jika mendapatkan emas Olimpiade Tokyo 2020. Lalu Murray tetap tidak menghiraukan persaingannya itu dengan Djokovic.

Dia bertekad untuk memberikan segalanya di Olimpiade Tokyo 2020 bagi negaranya Skotlandia. Andy berharap kembalinya bermain bisa menorehkan emas untuk ketiga kalinya.

Andy Murray

“Tujuan saya adalah mencoba dan memenangkan medali. Idealnya medali emas untuk negara saya. Saya tahu secara langsung dampak bermain olahraga untuk karier bagi tubuh Anda. Saya tahu betapa sulit dan frustasinya perjalanan itu," ucap Murray di situs resmi Olimpiade, dilansir oleh Reuters, Kamis (23/7/2021).

Baca Juga: Daftar Atlet Indonesia yang Raih Medali Emas Olimpiade, dari Susy Susanti hingga Owi/Butet

"Saya tahu patah hati karena melewatkan turnamen besar dan perjalanan pemulihan. Ada banyak atlet yang tahun 2020 seharusnya menjadi pencapaian puncak, yang sekarang bahkan tidak akan membuat Olimpiade yang dijadwalkan ulang musim panas ini,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini