Profil Giannis Antetokounmpo: Si Miskin yang Bawa Milwaukee Bucks Juara NBA 2020-2021

Andika Pratama, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 36 2443888 profil-giannis-antetokounmpo-si-miskin-yang-bawa-milwaukee-bucks-juara-nba-2020-2021-c01z1GQohb.jpg Giannis Antetokounmpo pimpin Milwaukee Bucks juarai NBA 2020-2021 (Foto: Reuters)

GIANNIS Antetokounmpo baru saja membawa Milwaukee Bucks menjuarai NBA 2020-2021 usai mengalahkan Phoenix Suns 4-2. Ini adalah buah dar kerja keras Giannis di Bucks selama delapan tahun terakhir ini.

Giannis bekerja keras untuk sukses karena pernah merasakan perihnya hidup di bawah garis kemiskinan. Giannis bahkan pernah merasakan kelaparan saat mejalani kehidupan di Yunani.

Giannis Antetokounmpo MVP final NBA 2020-2021 (Foto: Reuters)

Yunani adalah tanah kelahiran Giannis. Dia lahir pada 6 Desember 1994 di Ibu Kota Yunani, Athena. Giannis adalah anak dari pasangan imigran Nigeria yang hidup di Yunani.

Melansir New York Times, orang tua Giannis, seperti kebanyakan imigran di Yunani, kesulitan mencari kerja. Giannis dan sang kakak, Thanasis, harus membantu ekonomi keluarga dari kecil dengan menjajakan jam tangan, tas, dan kacamata di pinggir jalan.

BACA JUGA: Giannis Antetokounmpo Jadi MVP dan Juara NBA 2020-2021, Kobe Bryant Tahu Itu Akan Terjadi

Sayangnya, upaya Giannis dan sang kakak tidak terlalu membantu ekonomi keluarganya. Giannis menyatakan keluarganya sempat mengalami masa tidak memiliki uang untuk sekadar membeli makanan.

“Kadang-kadang kulkas kami kosong. Dalam beberapa hari, kami tak sanggup menjual barang-barang dan kami tak punya uang untuk makan,” tutur Giannis.

BACA JUGA: Milwaukee Bucks Juara NBA 2020-2021, Giannis Antetokounmpo Bikin Rekor

Keadaan keluarga Giannis makin parah karena xenophobia di Yunani pada waktu itu. Sekadar informasi, xenophobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain atau yang dianggap asing.

Namun, olahraga mengubah kehidupan Giannis. Giannis tidak langsung berkenalan dengan basket, tetapi sepakbola lebih dulu.

Ukuran tubuh Giannis saat berumur 13 tahun, yang lebih besar ketimbang teman-teman sebayanya, menarik perhatian pelatih klub basket lokal, Spiros Velliniatis, pada 2007 silam. Dia meyakinkan orang tua Giannis untuk mengizinkan sang putra berlatih basket karena itu akan mengubah kehidupan mereka.

Keyakinan Veliniatis menjadi kenyataan karena karier Giannis menanjak sehingga bisa membela klub Yunani, Filathlitikos (2011-2013). Jalan menuju kesuksesan terbuka bagi Giannis saat Bucks merekrutnya pada NBA Draft pada awal musim 2013.

Perekrutan Giannis sedikit rumit karena Giannis tidak memiliki kewarganegaraan saat itu. Sekadar informasi, Giannis tidak memiliki kewarganegaraan sejak kecil.

Giannis Antetokounmpo ukir prestasi bergengsi di NBA 2020-2021 (Foto: Reuters)

Meski begitu, Giannis mendapatkan surat-surat resmi sebagai warga negara Yunani tepat pada waktunya sehingga bisa bergabung dengan Bucks. Sejak itu, Giannis mulai menunjukkan bakatnya di pentas terbesar dalam olahraga basket, yaitu NBA.

Giannis bahkan terpilih sebagai MVP Regular Musim di NBA 2018-2019. Pada musim ini, Giannis membawa Bucks meraih gelar juara NBA kedua setelah musim 1971.

Selain itu, Giannis pun terpilih sebagai MVP Regular Musim, MVP Final, dan Pemain Bertahan Terbaik. Dia mengikuti jejak Michael Jordan and Hakeem Olajuwon yang meraih tiga penghargaan itu dalam satu musim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini