Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Australia Jalani Karantina di Kampung Atlet Usai Ada yang Terindikasi Covid-19

Sri Lestari Rahayuningtyas, Jurnalis · Senin 19 Juli 2021 01:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 43 2442606 olimpiade-tokyo-2020-atlet-australia-jalani-karantina-di-kampung-atlet-usai-ada-yang-terindikasi-covid-19-hr1Gdrau63.jpg Olimpiade 2020 siap digelar di Tokyo, Jepang. (Foto: Reuters)

TOKYO – Kabar tak menyenangkan menimpa atlet Australia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka harus menjalani karantina di perkampungan atlet setelah salah satu anggota rombongannya terindikasi positif terpapar virus Covid-19.

Kepala petugas medis Australia, David Hughes, memberi penjelasan terkait kasus ini. Meski begitu, dia tidak menyebutkan siapa sosok si pembawa virus tersebut.

Olimpiade Tokyo 2020

Namun, Hughes memastikan bahwa sebelum berangkat ke Jepang seluruh anggota kontingen Australia sudah melakukan tes Covid-19. Hasilnya pun dipastikan negatif. Begitupun saat datang di bandara Jepang, seluruh rombongan masih negatif dari paparan virus Covid-19.

BACA JUGA: 5 Pesepakbola yang Bakal Curi Perhatian di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Andalan Barcelona

“Orang itu adalah seseorang yang jelas-jelas terlibat dan berinteraksi dengan para atlet. Ini adalah tanda lain dari sistem dan perencanaan yang cermat dari Atletik Australia,” kata Hughes, mengutip dari Inside The Games News, Senin (19/7/2021).

BACA JUGA: Termasuk Eko Yuli Irawan, 13 Atlet Indonesia untuk Olimpiade 2020 Disambut Hangat KBRI Tokyo

“Dan ini adalah tes tambahan yang baru saja mereka lakukan, mereka tidak harus melakukannya, itu bukan bagian dari persyaratan kami,” lanjut Hughes.

"Tes yang tidak meyakinkan ini adalah bagian dari tes tambahan yang mereka putuskan untuk dilakukan bagi orang-orang yang datang ke kamp itu di Cairns,” sambungnya.

Hughes sendiri meyakini bahwa para atlet Australia sudah sangat berhati-hati selama ini. Mereka terus berusaha menjaga diri agar tak terpapar dari virus ini.

Olimpiade Tokyo 2020

“Pemahaman saya adalah mereka sudah sangat berhati-hati. Benar, hanya sampai kita menyelesaikan ini, sema orang akan tetap berada di kamar mereka,” tutur Hughes.

“Covid-19 tidak punya kaki, tidak bisa bergerak kecuali orang bergerak. Jadi mereka melakukan hal yang benar, mereka berkata kepada semua orang, 'Tetap diam sampai kita menyelesaikan ini,’ Mereka kemudian melakukan dua tes lebih lanjut, keduanya negatif,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini