Kampung Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Diserang Covid-19, Presiden IOC Minta Bantuan Warga Jepang

Antara, Jurnalis · Minggu 18 Juli 2021 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 43 2442372 kampung-atlet-olimpiade-tokyo-2020-diserang-covid-19-presiden-ioc-minta-bantuan-warga-jepang-xpiyfA5Tzx.jpg Presiden IOC, Thomas Bach, minta warga Jepang dukung Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: REUTERS)

TOKYO - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, meminta bantuan kepada warga Jepang. Hal itu setelah ditemukan satu kasus Covid-19 di kampung atlet yang diperuntukkan bagi atlet Olimpiade Tokyo 2020 beristirahat.

Thomas Bach mengimbau agar masyarakat memberikan dukungan terhadap para atlet, meskipun ada kekhawatiran ada lonjakan kasus baru seiring kedatangan tamu-tamu internasional di negeri sakura tersebut.

Thomas Bach

(Presiden IOC, Thomas Bach)

Bach pun menyatakan bahwa ia "sangat menyadari skeptisisme" masyarakat mengenai penyelenggaraan Olimpiade 2020, yang telah ditunda setahun karena pandemi COVID-19. Karena itu tak heran, banyak warga Jepang yang menolak ajang empat tahunan ini.

"Saya mengimbau masyarakat Jepang untuk menyambut para atlet di sini untuk kompetisi hidup mereka," kata Bach dikutip dari AFP.

Bach bersikeras Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar dengan aman, dengan menyebut Olimpiade sebagai "acara olahraga paling ketat di seluruh dunia."

BACA JUGA: Pemainnya Jadi Korban Pelecehan Rasisme, Timnas Jerman Tinggalkan Pertandingan

"Saya ingin sekali lagi meminta dan mengajak masyarakat Jepang, dengan rendah hati, untuk menyambut dan mendukung para atlet dari seluruh dunia," ujar Bach.

Permohonan Bach tersebut diungkapkan hanya enam hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade, yang akan digelar dengan sistem "gelembung" dan sebagian besar tanpa penonton. Pernyataan tersebut juga bertepatan dengan temuan kasus pertama COVID-19 di kampung atlet, yang diumumkan Sabtu 17 Juli 2021.

Maskot Olimpiade Tokyo 2020

Meski begitu, Bach mengatakan hanya 15 orang yang dites positif dari total 15.000 kedatangan pada Juli 2021. Menurut dia, itu merupakan bukti bahwa tindakan pencegahan penyebaran virus corona yang ketat, termasuk tes harian untuk atlet sejauh ini berhasil.

Lebih lanjut, Bach juga membuka pintu untuk kemungkinan pertandingan dibuka bagi penonton jika kondisinya membaik. Hal itu setelah melakukan pembicaraan dengan IOC, Komite Paralimpiade Internasional (IPC), Panitia Penyelenggara Tokyo 2020, pemerintah Jepang dan otoritas Tokyo.

"Kami akan terus memantau perkembangan. Dan jika situasinya berubah, maka kami akan segera mengadakan pertemuan lima pihak lagi untuk membahas ini dengan langkah-langkah anti COVID-19 yang relevan," tutup Bach.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini