Kasus Covid-19 di Kampung Atlet Olimpiade Tokyo 2020, Presiden IOC Minta Dukungan Warga Jepang

Antara, Jurnalis · Minggu 18 Juli 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 43 2442297 kasus-covid-19-di-kampung-atlet-olimpiade-tokyo-2020-presiden-ioc-minta-dukungan-warga-jepang-WDAJi5902H.jpg Presiden IOC Thomas Bach meminta dukungan warga Jepang untuk Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/Reuters)

TOKYO - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach meminta warga Jepang untuk mendukung Olimpiade Tokyo 2020 ketika kasus COVID-19 pertama melanda kampung atlet, yang menambah kekhawatiran mengenai risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan dari ajang multievent dunia itu.

Bach, yang telah menghadapi protes sejak kedatangannya di Jepang, mengimbau agar masyarakat memberikan dukungan terhadap para atlet meskipun ada kekhawatiran akan lonjakan kasus baru seiring kedatangan tamu-tamu internasional di negeri sakura itu.

Foto/Reuters

Bach pun menyatakan bahwa ia "sangat menyadari skeptisisme" masyarakat mengenai penyelenggaraan Olimpiade 2020, yang telah ditunda setahun karena pandemi COVID-19, sehingga mempengaruhi hasil survei yang rendah selama berbulan-bulan.

Baca juga: Pertama, Kasus Covid-19 Ditemukan di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo 2020

"Saya mengimbau masyarakat Jepang untuk menyambut para atlet di sini untuk kompetisi hidup mereka," kata Bach dikutip dari AFP, Sabtu.

Baca juga: Indonesia Kirim 28 Atlet, Ini Jadwal 43 Cabang Olahraga Olimpiade Tokyo 2020

Bach bersikeras Olimpiade Tokyo akan digelar dengan aman, dengan menyebut Olimpiade sebagai "acara olahraga paling ketat... di seluruh dunia."

"Saya ingin sekali lagi meminta dan mengajak masyarakat Jepang, dengan rendah hati, untuk menyambut dan mendukung para atlet dari seluruh dunia," ujar Bach.

Permohonan Bach tersebut diungkapkan hanya enam hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade, yang akan digelar dengan sistem "gelembung" dan sebagian besar tanpa penonton.

Pernyataan tersebut juga bertepatan dengan temuan kasus pertama COVID-19 di kampung atlet, yang diumumkan Sabtu.

Meski begitu, Bach mengatakan hanya 15 orang yang dites positif dari total 15.000 kedatangan pada Juli. Menurut dia, itu merupakan bukti bahwa tindakan pencegahan penyebaran virus corona yang ketat, termasuk tes harian untuk atlet, sejauh ini berhasil.

Foto/Reuters

Lebih lanjut, Bach juga membuka pintu untuk kemungkinan pertandingan dibuka bagi penonton jika kondisinya membaik, setelah melakukan pembicaraan dengan IOC, Komite Paralimpiade Internasional (IPC), Panitia Penyelenggara Tokyo 2020, pemerintah Jepang dan otoritas Tokyo.

"Kami akan terus memantau perkembangan. Dan jika situasinya berubah, maka kami akan segera mengadakan pertemuan lima pihak lagi untuk membahas ini dengan langkah-langkah anti COVID-19 yang relevan," ungkap Bach.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini