Pertama, Kasus Covid-19 Ditemukan di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo 2020

Sri Lestari Rahayuningtyas, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 43 2442211 pertama-kasus-covid-19-ditemukan-di-perkampungan-atlet-olimpiade-tokyo-2020-goEopTYLIg.JPG Api Olimpiade tiba di Tokyo setelah keliling 46 prefektur di Jepang. (Foto/Olimpiade Tokyo)

TOKYO – Untuk pertama kalinya, kasus Covid-19 ditemukan di perkampungan atlet Olimpiade Tokyo 2020. Namun, nama atlet masih dirahasiakan.

Sebagaimana diketahui, panitia penyelenggara sudah melakukan berbagai upaya demi menekan persebaran virus Covid-19. Namun, hal itu masih saja membuat panpel kecolongan dengan masih adanya kasus positif.

Foto/Reuters

Olimpiade Tokyo 2020 akan berlangsung kurang dari sepekan. Pesta olahraga terbesar ini sempat tertunda setahun akibat pandemi , dan akhirnya akan digelar mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

Baca juga: Indonesia Kirim 28 Atlet, Ini Jadwal 43 Cabang Olahraga Olimpiade Tokyo 2020

Olimpiade Tokyo 2020 tetap melahirkan pro dan kontra. Pasalnya, Jepang sendiri masih menghadapi lonjakan kasus persebaran virus dan pemberlakuan aturan pembatasan darurat.

Baca juga: 5 Atlet yang Paling Banyak Raih Emas Olimpiade, Nomor 1 Tembus 23 Emas!

“Ada satu orang (positif) di perkampungan atlet. Itu adalah kasus pertama di yang dilaporkan selama tes penyaringan,” kata Juru bicara panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Masa Takaya, dikutip dari The 42ie News, Sabtu (17/7/2021).

“Saat ini dikarantina di hotel,” kata Takaya.

Olimpiade Tokyo 2020 ini menghadapi tentangan dari publik Jepang, yang takut akan meningkatkan kasus Covid-19. Ketua penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto, mengatakan pihaknya siap merespons dengan cepat, jika ada wabah yang lebih meluas.

“Kami melakukan segalanya untuk mencegah wabah Covid. Jika kami berakhir dengan wabah, kami akan memastikan kami memiliki rencana untuk merespons,” kata Hashimoto.

Foto/Reuters

Hashimoto mengakui bahwa penundaan selama satu tahun karena pandemi, akan menimbulkan rasa cemas tentang situasi virus. Namun, dia bersumpah bahwa penyelenggara tidak akan menyembunyikan kasus dan akan terbuka kepada masyarakat.

“Atlet yang datang ke Jepang mungkin sangat khawatir. Saya mengerti itu. Itulah alasan mengapa kita perlu membuat pengungkapan penuh,” tutup Hashimoto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini