Soal Penyelenggaraan PON Papua 2021, Menpora Minta Tiru Sistem Bubble Olimpiade Tokyo

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 43 2439916 soal-penyelenggaraan-pon-papua-2021-menpora-minta-tiru-sistem-bubble-olimpiade-tokyo-J200erCbtK.jpg Menpora RI, Zainudin Amali, saat memberi keterangan pers. (Foto: Kemenpora RI)

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), Zainudin Amali, meminta penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 meniru sistem bubble di Olimpiade Tokyo 2020. Sebab, protokol kesehatan yang ketat penting diterapkan kala menyelenggarakan turnamen di tengah pandemi Covid-19 ini.

Tak ayal, Zainudin Amali meminta panitia penyelenggara untuk mempelajari lebih lanjut penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020. Olimpiade Tokyo 2020 memang dilaksanakan lebih dahulu dari PON Papua 2021.

PON XX Papua 2021

Olimpiade yang berlangsung di Tokyo, Jepang, itu akan bergulir pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Sementara itu, PON Papua akan mulai digelar pada 2-15 Oktober 2021.

“Itu akan kita lihat betul bagaimana kita bisa belajar dari situ (Olimpiade Tokyo 2020) karena mereka menerapkan sistem bubble. Jadi, sistem bubble itu maksudnya hanya dari penginapan ke tempat pertandingan, pertandingan kembali ke penginapan,” ujar Zainudin Amali seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (13/7/2021).

BACA JUGA: Presiden Minta Vaksinasi PON Papua Disegerakan, Menpora Pastikan Rampung Agustus

“Mudah-mudahan, panitia, nah ini, ada pengawas dari KONI Pusat, bisa juga meniru itu,” lanjutnya.

BACA JUGA: PON XX Papua 2021 Dihadiri Penonton? Ini Jawaban Menpora

Zainudin Amali juga menegaskan para atlet yang ambil bagian di PON Papua 2021, datang hanya untuk bertanding, bukan jalan-jalan. Setiap atlet yang nantinya datang ke tempat pertandingan pun akan melakukan tes. Hal ini telah diterapkan pada event-event sebelumnya, seperti sepakbola dan basket.

“Sistem bubble saya kira adalah sistem yang paling aman buat kita. Kita jaga betul untuk tidak ke sana ke mari,” jelas menteri berusia 59 tahun itu.

Amali juga memastikan bahwa panitia telah menyiapkan langkah-langkah untuk menangani atlet jika dinyatakan positif terpapar virus Covid-19 saat mengikuti PON Papua 2021. Dia pun tela memastikan keberadaan rumah sakit di sana.

“Biasanya sih kalau atlet, pengalaman yang kalau toh mereka terkena, di samping mereka sudah divaksin karena memang daya tahan tubuhnya juga bagus, recovery tidak lama-lama,” jelas Zainudin Amali.

Menpora Zainudin Amali

“Paling tiga sampai empat hari sudah. Ini berbeda. Jangan membayangkan orang pada umumnya. Kalau atlet itu insya Allah, mereka sudah,” lanjutnya.

“Nah, apakah akan memengaruhi kontingennya? Tentu ada aturan teknisnya. Itu yang akan ditentukan penyelenggara,” tutup Zainudin Amali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini