Punya Rekor Buruk, Ahsan/Hendra Waspadai Pasangan Korea di Olimpiade Tokyo 2020

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 40 2440096 punya-rekor-buruk-ahsan-hendra-waspadai-pasangan-korea-di-olimpiade-tokyo-2020-vGKwcQbWa5.jpg Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan jadi tumpuan Indonesia untuk raih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: PBSI)

KUMAMOTO - Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berbicara mengenai peta kekuatan lawan di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Ahsan/Hendra mewaspadai salah satu pasangan Korea Selatan yakni Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae yang juga berada di grup yang sama.

Seperti diketahui, undian Olimpiade Tokyo 2020 menempatkan pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di Grup D. Selain pasangan Korea Selatan, The Daddies -julukan Ahsan/Hendra- berada satu grup bersama pasangan muda asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Woi Yik dan Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura yang merupakan wakil dari Kanada.

Ahsan/Hendra bahkan memiliki rekor pertemuan yang kurang baik saat melawan Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae. Mereka hanya meraih satu kemenangan dari empat pertemuan yang telah berlangsung.

"Secara rekor pertemuan kita memang kalah dari pasangan Korea, tapi kita tidak mau melihat ke sana. Sekarang saya rasa siapa yang siap, dia yang akan menang," ujar Hendra, seperti pada keterangan pers PBSI yang diterima MPI, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Dapat Lawan Berat di Olimpiade Tokyo 2020, Ahsan/Hendra Optimis Ada Kesempatan

"Setiap lawan punya pola permainan sendiri, jadi cara melawannya pun berbeda-beda. Strateginya kita diskusi dengan pelatih. Tetapi belum sampai sana, belum memikirkan lawan Korea bagaimana nanti. Kita mau fokus dulu untuk kesiapan masing-masing," sambung Ahsan.

Ahsan/Hendra juga berkaca pada hasil negatif yang mereka dapatkan pada edisi 2016 lalu. Kala itu, Ahsan/Hendra yang berlaga di Olimpiade Rio De Janeiro 2016 tidak berhasil lolos dari fase grup.

"Setiap kemenangan, setiap poin akan sangat berarti. Semua lawan merata. Jadi bisa saja faktor penentunya nanti hitungan poin," sambung Ahsan.

"Kita mau lebih fokus, step by step, satu pertandingan ke pertandingan lain. Main lebih berani dan lebih yakin lagi," lanjutnya.

Saat ini, seluruh wakil Indonesia masih menjalani karantina di Kota Kumamoto yang berjarak kurang lebih dua jam perjalanan udara dari Tokyo tempat berlangsungnya Olimpiade 2020.

Selama kurang lebih 10 hari, mereka akan menjalani training camp di kota ini. Setelah itu, Anthony Sinisuka Ginting dkk akan bertarung pada Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini