Olimpiade 2020, Profil Pebulu Tangkis Ganda Putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Antara, Jurnalis · Minggu 11 Juli 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 40 2438989 olimpiade-2021-profil-pebulu-tangkis-ganda-putri-indonesia-greysia-polii-apriyani-rahayu-jtXaWoiiuF.jpg Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Foto: PBSI)

SEBANYAK 28 atlet Indonesia telah memastikan diri berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Dua atlet di antaranya adalah pasangan ganda putri Indonesia di cabang olahraga bulu tangkis, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Greysia/Apriyani diketahui akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda putri bulu tangkis pada ajang Olimpiade Tokyo 2020. Dengan menyabet status unggulan, mereka tentunya siap membawa harum Indonesia dalam turnamen olahraga multievent terbesar di dunia itu yang akan dimulai pada 23 Juli 2021.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Greysia (33) dan Apriyani (23) telah dinyatakan lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo setelah berhasil menempati peringkat ketujuh daftar Race to Tokyo BWF di nomor ganda putri. Mereka total mengumpulkan 67.805 poin.

Pada awal tahun ini, Greysia/Apriyani sendiri berhasil meraih gelar juara di turnamen Thailand Open 2021. Sebelumnya, saat masih bersama Nitya Krishinda Maheswari, Greysia juga membawa pulang gelar juara Thailand Open pada 2013.

BACA JUGA: Hasil Undian Olimpiade Tokyo 2020 Cabor Bulutangkis: Minions dan Daddies Masuk Grup Berat

Sebelum Greysia dan Apriyani dipasangkan pada 2017, pasangan yang berbeda usia 10 tahun itu telah mengukir prestasi masing-masing. Greysia sempat berpasangan dengan Meiliana Jauhari dan menjadi runner-up Macau Open Grand Prix Gold 2010.

BACA JUGA: Fukushima Larang Kehadiran Penonton di Olimpiade Tokyo 2020

Selama bersama Meiliana, Greysia juga pernah menempati podium kedua di kejuaraan Indonesia Open Grand Prix 2010 dan Chinese Taipe Open Grand Prix Gold 2011. Bersama Meliana, Greysia bahkan berhasil lolos ke Olimpiade London 2012, meskipun belum berhasil meraih medali.

Greysia juga pernah berpasangan dengan Nitya, dan menorehkan sejumlah prestasi. Selain juara Thailand Open 2013, keduanya juga berhasil melaju ke partai final Swiss Open Grand Prix Gold 2014, meskipun harus puas menjadi runner-up.

Greysia Polii

Greysia/Nitya juga berhasil merebut medali emas Asian Games 2014 selepas menang dari pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, dengan 21-15 dan 21-9. Pencapaian ini menjawab penantian panjang Indonesia di nomor ganda putri selama 36 tahun.

Terakhir kali, ada pasangan Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna yang berjaya di Asian Games 1978. Bersama Nitya, Greysia merasakan atmosfer Olimpiade untuk kedua kalinya saat berlaga di Olimpiade Rio 2016.

Sementara itu, pada 2014, Apriyani yang masih berusia 16 tahun, berpasangan dengan Rosyita Eka Putri Sari. Mereka berjuang di final BWF World Junior Championships 2014. Namun, keduanya harus melepas gelar juara setelah gagal meredam perlawanan unggulan pertama dari China, Chen Qingchen/Jia Yi Fa.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Masih terus berjuang di kejuaraan junior, Apriyani bersama Jauza Fadhila meraih gelar juara di Singapura International Series 2015. Sempat bermain di nomor ganda campuran, Apriyani yang berpasangan dengan Facriza Abimanyu membawa pulang perunggu di Kejuaraan Asia Junior 2015. Hasil yang sama juga diraih saat Apriyani berpasangan Rinov Rivaldy di Kejuaraan Junior Asia 2016.

Duet Maut

Greysia/Apriyani yang menjadi pasangan baru saat itu sukses membuat kejutan dengan berhasil keluar sebagai juara Thailand Open Grand Prix Gold 2017. Kesuksesan ini diraih usai mengalahkan wakil tuan rumah, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, dengan skor 21-12 dan 21-12, dalam durasi 45 menit.

"Saya senang sekali sekaligus bangga, pertama kali juara di level GPG," ujar Apriyani.

Lagi-lagi, Greysia dan Apriyani membuat kejutan dengan menjuarai turnamen Prancis Open Super Series 2017, merebut gelar juara setelah di final mengalahkan ganda kuat Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Sheung Chan. Laga rampung dengan skor 21-17 dan 21-15 kala itu.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Masih pada tahun yang sama, meski gagal menjadi juara, Greysia/Apriyani tetap bersyukur dengan posisi runner up dalam Hong Kong Open Super Series 2017.

Pada tahun berikutnya, Greysia/Apriyani juga harus puas menjadi runner-up Indonesia Masters 2018. Mereka kalah pada babak final dari pasangan asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Tak patah semangat, pasangan tersebut berhasil menjuarai turnamen bulu tangkis India Open 2018, mengalahkan pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.

Kembali bertemu dengan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dalam partai puncak Thailand Open 2018, Greysia/Apriyani sukses mengandaskan impian pasangan Jepang tersebut. Keduanya berhasil mempertahankan gelar sebagai juara Thailand Open.

Namun, Greysia/Apriyani harus kembali mengakui keunggulan Matsutomo/Takahashi di babak semifinal Asian Games 2018 dengan skor 15-21 dan 17-21. Greysia dan Apriyani harus legawa dengan mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia.

Greysia/Apriyani juga harus puas membawa pulang perunggu pada BWF World Championships 2018 setelah kalah dari Mayu Matsumoto/Wakanan Nagahara (Jepang) pada babak semifinal.

Pada 2019, Greysia/Apriyani akhirnya berhasil mempersembahkan emas untuk Indonesia pada SEA Games 2019 Filipina setelah mengalahkan pasangan Thailand Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, dua gim langsung 21-3 dan 21-18.

Tahun berikutnya, Greysia/Apriyani juga berhasil meraih gelar juara dalam perhelatan turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2020 menaklukkan ganda putri asal Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen dalam tiga gim berdurasi 79 menit dengan skor 18-21, 21-11, 23-21.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Greysia/Apriyani mengawali 2021 dengan sangat baik. Keduanya kembali meraih gelar juara Thailand Open 2021. Ini merupakan gelar juara keempat bagi Greysia dan tiga kalinya bagi Apriyani.

Pada laga puncak turnamen bulu tangkis level Super 1000 tersebut, Greysia/Apriyani menang straight game dalam waktu 51 menit dengan perolehan 21-15 dan 21-12 dari pasangan tuan rumah, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.

Kini, di Olimpiade Tokyo 2020, kedua pemain ini akan menorehkan catatan berbeda. Bagi Apriyani, ini menjadi debutnya di pentas Olimpiade, sementara Greysia akan melakoni Olimpiade Musim Panas ketiganya.

"Ketika saya tahu kami lolos ke Olimpiade, itu seperti mimpi. Saya tidak pernah membayangkan saya akan mencapai titik ini," kata Apriyani, dikutip dari laman BWF.

Mengatakan sangat bersyukur kepada Tuhan untuk kesempatan tersebut, Apriyani mengaku sangat bersemangat. Tetapi, dia juga tahu harus mengendalikan diri, pikiran, dan emosinya agar hasil manis bisa diraih.

Apriyani Rahayu

Dia juga bersyukur memiliki pasangan yang berpengalaman di sisinya, yang membuat dia tenang dan menikmati permainan. Tak mau berpikir rumit, Apriyani ingin fokus pada setiap langkah, tanpa memikirkan semifinal atau final.

Dengan sederet pencapaian manis kedua pemain ini, kiprah mereka di Olimpiade Tokyo 2020 akan sangat dinantikan. Pertandingan cabang bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020 sendiri akan dilangsungkan pada 24 Juli hingga 2 Agustus 2021. Laga akan berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Jepang.

Kans merebut gelar juara pun sangat terbuka lebar untuk pasangan peringkat 6 dunia tersebut. Dengan begitu, mereka bisa mengakhiri penantian Indonesia merebut medali Olimpiade di sektor ganda putri.

Berikut biodata singkat Greysia Polii dan Apriyani Rahayu:

Nama: Greysia Polii

Tempat tanggal lahir: Jakarta, 11 Agustus 1987

Klub: PB Jaya Raya

Tinggi: 163cm

Nama: Apriyani Rahayu

Tempat tanggal lahir: Lawulo, Sulawesi Tenggara, 29 April 1998

Klub: PB Jaya Raya

Tinggi: 163cm

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini