Soal Hukuman Quartararo Akibat Insiden Baju Balap Terbuka, Melandri Anggap Konyol

Djanti Virantika, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 38 2422431 soal-hukuman-quartararo-akibat-insiden-baju-balap-terbuka-melandri-anggap-konyol-pSwlAolRlw.jpg Fabio Quartararo. (Foto: MotoGP)

BARCELONA – Mantan pembalap MotoGP, Marco Melandri, mengomentari kejadian yang dialami Fabio Quartararo di MotoGP Catalunya 2021. Mendapati Quartararo diganjar sejumlah hukuman atas kejadian itu, Melandri memandangnya sebagai keputusan konyol.

Sebagaimana diketahui, kondisi tak lazim dialami Quartararo kala mentas di Sirkuit Catalunya, Spanyol, Minggu 6 Juni 2021 malam WIB. Pada tiga lap terakhir, pembalap asal Prancis itu terlihat membuka risleting baju balapnya.

Fabio Quartararo

Kemudian, Quartararo pun terlihat membuang pelindung dadanya. El Diablo -julukan Quartararo- akhirnya melanjutkanalapan dengan kondisi pakaian balap yang terbuka di bagian dada.

Lantaran aksinya dipandang membahayakan, El Diablo -julukan Quartararo- langsung diganjar hukuman. Dia mendapat penalti tiga detik sehingga posisinya langsung melorot di daftar hasil keseluruhan MotoGP Catalunya 2021. Quartararo akhirnya harus puas hanya menempati urutan keenam.

BACA JUGA: Alpinestars Akhirnya Buka Suara soal Insiden Baju Balap Fabio Quartararo

Melandri sendiri menilai situasi yang dihadapi Quartararo kala menjalani balapan tersebut sangat tidak mudah. Sebab, insiden baju balap terlepas bukanlah kejadian yang sering terjadi. Bahkan, seorang pembalap tak pernah terpikir bakal mengalaminya di tengah perlombaan.

BACA JUGA: Beda dengan Stoner, Lorenzo Tak Setuju Quartararo Dihukum karena Baju Balap Terbuka

Melihat insiden ini terjadi kala balapan hanya menyisakan beberapa lap lagi saja, Melandri memaklumi jika Quartararo akhirnya tak membenarkan baju balapnya. Sebab, situasi itu hanya akan memengaruhi posisnya dalam balapan.

“Awalnya itu tampak seperti lelucon, saya tidak memercayainya. Quartararo pun mencoba menutupnya beberapa kali. Tetapi untuk memperbaikinya, Anda harus membuang waktu hingga beberapa detik, sementara balapan hanya menyisakan beberapa lap saja,” ujar Melandri, sebagaimana dikutip dari Motosan, Rabu (9/6/2021).

“Saya pikir pembalap kala itu hanya berusaha untuk tidak kehilangan poin, memikirkan kejuaraan. Ketika berada di situasi itu, saya mengerti bahwa itu satu-satunya hal yang akan dilihat dan tidak memperhitungkan risikonya,” lanjutnya.

Dengan serangkaian kondisi ini, Melandri menilai bahwa Quartararo tak seharusnya diganjar hukuman. Sebab, dia juga dihadapkan dengan situasi yang penuh berisiko. Pemberian hukuman pun dipandang konyol, terlebih hal itu baru disampaikan beberapa jam setelah balapan rampung.

Fabio Quartararo

“Kondisi dengan pakaian terbuka ini tentunya tidak akan pernah terpikirkan. Di Race Direction, mereka menerima kritikan atas sanksi itu. Menurut saya, seharusnya Quartararo tidak boleh diberi sanksi. Mereka juga mengambil kesempatan untuk memberi penalti tiga detik dan dengan itu persaingan di kejuaraan terbuka lagi,” tutur Melandri

“Lebih konyol lagi, petugas keamanan memberi sanksi kepada pembalap karena dinilai tidak melakukan tindakan yang aman, tetapi Anda melakukannya saat tidak masuk akal karena balapan telah berakhir beberapa jam. Merekalah yang seharusnya menghormati aturan selama balapan,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini