Pelatih Beberkan Persiapan Anthony dan Jonatan Jelang Hadapi Olimpiade Tokyo 2020

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 40 2422185 pelatih-beberkan-persiapan-anthony-dan-jonatan-jelang-hadapi-olimpiade-tokyo-2020-s46Fx4TRgj.jpg Hendry Saputra dan Anthony Sinisuka Ginting (Foto: PBSI)

JAKARTA - Pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, Hendry Saputra Ho, membeberkan persiapan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie jelang menghadapi Olimpiade Tokyo 2020. Seperti diketahui, multi-event terakbar tersebut akan berlangsung kurang dari dua bulan lagi.

Tim bulutangkis Indonesia sendiri meloloskan tujuh wakil. Anthony dan Jonatan yang menjadi wakil di nomor tunggal putra pun melakukan persiapan demi mematangkan strategi dan permainan mereka di lapangan.

 

Menurut Hendry, tidak bertanding dalam waktu relatif lama diakui Hendry cukup memengaruhi keadaan. Meski demikian, pelatih berusia 57 tahun itu tetap berusaha menyiasatinya.

"Kalau untuk masalah sudah lama tidak bertanding, memang akhirnya kita menyiasati dengan konteks pola latihannya saja. Kita coba disamakan seperti pertandingan nanti. Juga di simulasi jadi kita bisa lihat kondisi mereka dan dampaknya apa nanti," ujar Hendry dilansir dari laman resmi PBSI, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Kualifikasi Berakhir, Bulu Tangkis Indonesia Loloskan 7 Wakil ke Olimpiade Tokyo 2020

"Sejak dua bulan lalu hingga hari ini, kita sudah coba fokus untuk peningkatan fisik, stamina, power, strength, dan kecepatan. Semua sudah kita jalankan dan akan terus berjalan sampai kira-kira dua minggu sebelum keberangkatan nanti," lanjutnya.

"Sejauh ini saya lihat hasilnya cukup bagus dan harusnya on target dengan kondisi yang kita mau. Nanti ketika hari berangkat dan tiba di sana juga sudah dalam keadaan baik, hasil latihan juga sudah baik," lanjutnya.

Lebih lanjut, Hendry mengatakan saat ini anak-anak asuhannya tengah fokus untuk meningkatkan teknik dan mental bermain. Tidak ada program latihan khusus melihat tidak banyak kekurangan yang ditunjukkan Anthony Ginting dan rekan-rekan.

"Hanya ada tingkat yang tidak maksimal, mungkin dari pikiran dan mental dengan kondisi seperti ini akibat jarang bertanding. Jadi kalau saya lihat bagaimana membuat tekniknya bisa lebih safe, lebih konsisten, dan lebih fokus untuk menerapkan pola main yang benar," jelas Hendry.

 

"Kita ingin tingkatkan di teknik dengan cara mainnya, strateginya, pola pikir, dan juga mentalnya. Untuk mental saya kira itu yang paling penting karena mereka sudah cukup lama tidak bertanding. Makanya nanti seperti rencana PBSI yang akan menggelar simulasi, itu sebuah harapan supaya kita bisa tahu dimana kondisi keadaan mental mereka," kata Hendry.

Sekadar diketahui, PBSI sendiri sudah menyiapkan pertandingan simulasi sebagai ajang pemanasan para atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 pada 18-19 Juni di Pelatnas Cipayung. Sementara menena format simulasi latihan sendiri akan segera diumumkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini