10 Ribu Relawan Olimpiade Tokyo 2020 Mundur, Apa Sebabnya?

Antara, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 00:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 43 2419161 10-ribu-relawan-olimpiade-tokyo-2020-mundur-apa-sebabnya-6Y29W7dFu4.jpg Warga Jepang melintas di depan lambang Olimpiade. (Foto/Reuters)

TOKYO - Sekitar 10.000 dari 80.000 sukarelawan yang mendaftar untuk membantu penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 dilaporkan mundur dari acara senilai 15,5 miliar dolar AS itu.

"Tidak salah lagi bahwa kekhawatiran atas virus corona bisa jadi alasan dari hal tersebut," serta perdebatan penyelenggaraan, kata CEO panitia Tokyo 2020, Toshiro Muto, Nikkei melaporkan, dikutip dari Reuters, Rabu (2/6/2021).

Foto/Twitter

Namun, jumlah sukarelawan yang mundur tersebut tidak berdampak pada penyelenggaraan mengingat tidak ada penonton dari luar negeri dan pengurangan acara, Muto menambahkan.

Baca juga: Pebulu Tangkis Carolina Marin Mundur dari Olimpiade Tokyo 2020

Para pemimpin G7 berencana untuk menegaskan kembali dukungan mereka untuk tuan rumah Jepang pada pertemuan puncak yang akan datang.

Baca juga: Kualifikasi Berakhir, Bulu Tangkis Indonesia Loloskan 7 Wakil ke Olimpiade Tokyo 2020

Sementara itu, penasihat medis pemerintah Jepang, Shigeru Omi, mengatakan bahwa "tidak normal mengadakan Olimpiade dalam situasi seperti ini," kepada komite parlemen, Rabu.

Jika Olimpiade akan diadakan dalam keadaan saat ini. "Maka, saya pikir itu adalah tanggung jawab penyelenggara Olimpiade untuk mengurangi skala acara dan memperkuat langkah-langkah pengendalian virus corona sebanyak mungkin," kata Omi.

Dengan penonton dari luar negeri sudah dilarang dan keadaan darurat COVID-19 berlaku di sejumlah daerah, termasuk Tokyo, suasana menjelang pertandingan menjadi lebih tenang.

"Hanya ketika ada alasan yang jelas untuk menjadi tuan rumah Olimpiade, publik akan ikut serta... sangat penting bagi mereka yang terlibat dalam Olimpiade untuk mengklarifikasi visi mereka dan alasan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade," Omi menambahkan.

Foto/Twitter

Ribuan atlet, ofisial, dan media akan turun ke Jepang, di mana pekan lalu keadaan darurat di Tokyo dan daerah lain diperpanjang hingga 20 Juni.

Sementara, hanya 2,7 persen orang Jepang yang telah menyelesaikan inokulasi, menurut survei Reuters, meskipun laju infeksi varian baru virus telah melambat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini